Meningkatkan Pemahaman Fisika dengan Discovery Learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sampai dengan saat ini masih banyak siswa di SMA Negeri 1 Karangrayung yang beranggapan bahwa Fisika itu pelajaran yang materinya susah dipelajari, sering ada tugas, selalu dituntut belajar sehingga tidak bisa santai. Pada saat penilaian harian hasilnya tidak maksimal, karena masih ada ketergantungan dengan teman, semangat belajarnya kurang atau tidak antusias, dan bersikap masa bodoh. Pada saat siswa diberi kesempatan untuk bertanya dan berpendapat, kebanyakan siswa hanya diam saja, menulis, berpura-pura menulis.

Hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fisika diperoleh dari penilaian pengetahuan dan praktik. Penilaian pengetahuan untuk mengetahui apakah siswa telah mencapai ketuntasan belajar dan untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan penguasaan pengetahuan siswa dalam proses pembelajaran (diagnostic). Pemberian umpan balik (feedback) kepada siswa oleh guru merupakan hal yang sangat penting, sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas dengan cara memperbaiki atau introspeksi diri agar hasil belajar siswa meningkat menjadi lebih baik. Beberapa referensi buku dan hasil penelitian yang peneliti baca, akhirnya peneliti memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam kegiatan pembelajaran Fisika.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Tepos (Teks Eksposisi) melalui Discovery Learning

Model pembelajaran discovery learning didefinisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila materi pembelajaran tidak disajikan dalam bentuk finalnya, tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri (Kurniasih & Sani (2014). Discovery learning adalah suatu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan setia dan tahan lama dalam ingatan.

Pada model pembelajaran Discovery Learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara aktif, sebagaimana pendapat guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan. Kondisi seperti ini ingin mengubah kegiatan belajar mengajar yang teacher oriented menjadi student oriented. Bahan ajar dalam model pembelajaran Discovery Learning tidak disajikan dalam bentuk akhir, siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mereorganisasikan bahan serta membuat kesimpulan.

Pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Karangrayung dengan model pembelajaran Discovery Learning di kelas, ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Secara umum prosedur dalam model pembelajaran Discovery Learning antara lain sebagai berikut: pertama, Pemberian Rangsangan (Stimulation); kedua, Identifikasi Masalah (Problem Statement); ketiga, Pengumpulan Data (Data Collection); keempat, Pengolahan Data (Data Processing); kelima, Pembuktian (Verification), dan keenam, Menarik Kesimpulan (Generalization).

Baca juga:   Nilai Sempurna dengan Formula Apik dalam Penyelesaian Perhitungan Fisika

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran Fisika materi Fluida Dinamis dengan Discovery Learning di SMA Negeri 1 Karangrayung berjalan dengan lancar. Pembelajaran Fisika dengan Discovery Learning dapat memaksimalkan hasil belajar siswa. Untuk itu disarankan kepada para guru agar menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran Fisika. (gm1/ton)

Guru Fisika SMA Negeri 1 Karangrayung Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya