Belajar Kesebangunan dengan Media Tangram Menjadi Lebih Mudah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATERI kesebangunan dianggap sulit karena siswa kurang memahami apa perbedaan antara kesebangunan dan kekongruenan suatu bangun datar. Selain itu, guru dalam menyajikan materi jarang menggunakan media untuk menarik minat siswa terhadap pelajaran matematika. Oleh karena itu perlu diciptakan kondisi pembelajaran yang mengakrabkan matematika dengan siswa, di antaranya pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran.

Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil intruksional secara efektif dan efisien, serta tujuan intruksional yang lebih efektif dan memiliki sifat yang mendidik (Rohani, 1997:4). Media pembelajaran memiliki kontribusi meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran. Kehadiran media pembelajaran tidak saja membantu pengajar dalam menyampaikan materi ajarnya, tetapi juga memberikan nilai tambah pada kegiatan pembelajaran. Media pembelajaran yang tepat untuk materi kesebangunan adalah media tangram.

Tangram merupakan salah satu permainan edukatif yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang sederhana. Permainan ini yaitu suatu permainan puzzle persegi yang dipotong menjadi 7 bagian yaitu 2 segitiga besar, 1 persegi, 1 jajaran genjang, 1 segitiga sedang, dan 2 segitiga kecil. Tangram banyak tersedia di pasaran, namun juga mudah jika dibuat sendiri menggunakan kertas/kardus. Media tangram ini sangat menyenangkan dan dapat melatih imajinasi.

Baca juga:   Menghafal Rumus Volume Bangun Ruang dengan Pesan Berantai

Cara membuat tangram cukup mudah, yaitu, 1) sediakan kertas/kardus berbentuk persegi. 2) Potong persegi menjadi dua segitiga. 3) Ambil satu segitiga lalu lipat menjadi dua bagian. Potong pada lipatan agar menjadi dua segitiga yang lebih kecil. 4) Ambil segitiga lainnya lalu lipat sedikit di tengahnya. Lipat sudut segitiga yang berlawanan dengan lipatan, lalu potong. 5) Lipat trapesium menjadi dua bagian kemudian lipat kembali, potong keduanya. 6) Lipat trapesium kecil yang tersisa lalu potong menjadi dua.

Penulis sudah melakukan pembelajaran dengan media tangram di kelas IX G SMP Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal, dengan langkah pembelajaran sebagai berikut, guru menjelaskan kepada siswa apa itu tangram sebagai media pembelajaran pada materi kesebangunan. Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen. Setiap kelompok mendapat tangram dengan berbagai ukuran. Guru mengambil sembarang bangun datar yang ada di dalam tangram dan menyuruh setiap kelompok untuk mengambil bangun datar yang berbentuk sama. Guru menanyakan apakah bangun yang berbentuk sama itu memiliki ukuran yang sama atau berbeda. Karena beragam ukuran tangram maka siswa dapat menentukan mana bangun datar yang bentuknya sama tetapi ukuran berbeda dan mana yang bentuk dan ukurannya sama. Dari pengambilan bangun datar tersebut guru dapat menjelaskan pengertian kesebangunan dan kekongruenan. Kemudian guru meminta setiap kelompok untuk menentukan dan membentuk beberapa bangun datar yang sebangun dan kongruen dari beberapa potongan tangram tersebut.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Aksara Jawa dengan Model Scramble

Dari hasil wawancara dengan siswa setelah pembelajaran, ternyata proses pembelajaran matematika pada materi kesebangunan dengan media tangram dapat membantu siswa mempermudah memahami arti dari kesebangunan dan kekongruenan, menghilangkan rasa bosan, aktif, meningkatkan daya pikir, menumbuhkan rasa suka terhadap geometri, melatih membedakan berbagai bentuk, mengembangkan kemampuan pemakaian kata-kata yang tepat untuk memanipulasi bentuk (misalnya memutar, membalik, menggeser) hal ini sesuai dengan beberapa kelebihan media tangram itu sendiri. (dj1/ida)

Guru Matematika SMP Negeri 1 Boja Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya