Solusi Cerdas Mengatasi Kesulitan Siswa Menulis Puisi dengan Astuti

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Indonesia dibutuhkan kompetensi menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa. Dibandingkan tiga kompetensi berbahasa yang lain, kompetensi menulis secara umum lebih sulit dikuasai (Nurgiyantoro, 2012:423).

Cukup beralasan pendapat ini, mengingat menulis memang merupakan keterampilan siswa menungkan ide gagasan dalam bentuk tulisan. Tidak mudah bagi guru untuk mengajarkan keterampilan tersebut. Terutama saat pembelajaran menulis puisi, siswa masih banyak mengalami kesulitan dalam menemukan kata-kata dan mengembangkan ide. Siswa belum terbiasa mengemukakan perasaan, pemikiran dan imajinasinya dalam puisi. Kesulitan siswa dalam menulis puisi tersebut, banyak dipengaruhi oleh bebarapa faktor antara lain media, alat peraga, metode dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru.

Pemilihan metode pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi serta karakter siswa, berdampak pada ketidakberhasilan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru harus kreatif dan inovatif mengembangkan model pembelajaran yang mampu menciptakan pembelajaran yang menarik dan kontekstual.

Salah satu pengembangan model pembelajaran kontekstual yang dapat mengatasi kesulitan siswa dalam menulis puisi yaitu model pembelajaran ASTUTI (Amati, Seleksi, Temukan, Upayakan, Tambahkan, dan Ikat). Model pembelajaran ASTUTI pada dasarnya membantu guru mengaitkan antarmateri yang diajarkannya dan situasi dunia nyata siswa, serta mendorong siswa membuat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni konstruktivisme (constructivism), bertanya (questioning), menemukam (inquiri), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment). Hal ini akan merangsang siswa untuk saling berlomba dalam mendefinisikan kata-kata serta merangkai menjadi baris-baris puisi yang indah dan bermakna.

Baca juga:   Media Realia Tingkatkan Motivasi Siswa dalam Pembelajaran Menulis

Adapun langkah-langkah pembelajaran ASTUTI yaitu, a) Amati, adalah suatu kegiatan pemusatan perhatian terhadap objek. Siswa mengadakan kunjungan langsung terhadap objek yang akan digunakan untuk menulis puisi dengan mendata kata-kata yang telah ditangkap oleh panca indra. Objek yang diamati bisa suatu benda, peristiwa atau kejadian secara langsung. Dengan mengamati langsung ke alam akan menumbuhkan rasa senang siswa terhadap kenyataan yang dilihat oleh panca indra. Hal ini membuat siswa lebih peka atau lebih terangsang untuk mengekspresikan sesuatu yang dirasakannya, dilakukan di luar kelas secara langsung. b) Seleksi Kata adalah suatu kegiatan yang dilakukan siswa untuk menyeleksi atau memilih kata-kata dari data kata yang sudah dikumpulkan siswa saat obervasi sehingga akan mudah dalam merangkai kata-kata menjadi puisi. c) Temukan/arti kata, siswa diajak untuk menentukan terlebih dahulu kata yang akan didefinisikan, selanjutnya siswa mendefinisikan kata itu dalam beberapa definisi. Setelah itu, siswa diminta menambah definisinya menjadi definisi yang bisa direnungkan atau mengandung pesan, selanjutnya siswa memperindah bunyi definisi menjadi puisi. d) Upayakan, dari mendefinisikan kata-kata menjadi beberapa definisi, kemudian siswa mengupayakan menambah definisinya menjadi definisi yang bisa direnungkan atau kata-kata yang dapat mengandung pesan. e) Tambahkan, siswa dapat menambahkan kata-kata yang lain untuk merangkai menjadi sebuah kalimat yang indah. f) Ikatlah, dari rangkain kata-kata definisi menjadi kalimat puisi, kemudian ikatlah atau gabungkan menjadi baris-baris puisi.

Baca juga:   Asyik Menulis Laporan dengan LKS Google Form

Dalam melaksanakan pembelajaran ASTUTI, guru harus benar-benar menguasai materi dan langkah-langkah tersebut. Dengan demikian permasalahan terkait kesulitan siswa dalam menulis puisi dapat teratasi. (ips2.1/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Warungasem Batang

Author

Populer

Lainnya