Metode Pembelajaran Drill Tingkatkan Prestasi Belajar Akuntansi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar akuntansi di SMA memerlukan pemahaman yang baik. Hal ini dikarenakan pelajaran akuntansi merupakan hasil belajar konsep. Guru dalam mengajarkan akuntansi sudah memulai dari hal yang sederhana menuju hal yang lebih kompleks dan memperhatikan urutan dari beberapa konsep, namun demikian masih menjadi masalah bagi sebagian peserta didik dengan mengatakan bahwa akuntansi sulit.

Banyak peserta didik mengeluh sulit memahami akuntansi pada materi jurnal penyesuaian. Menurut Ismawanto (2020: 117), jurnal penyesuaian adalah penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian akhir periode. Juga dapat digunakan untuk mencatat transaksi yang sudah dicatat namun memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan transaksi yang sebenarnya di akhir periode. Jurnal penyesuaian baik perusahaan dagang maupun perusahaan jasa dibuat pada akhir periode akuntansi.

Dalam proses belajar mengajar akuntansi di kelas XII IPS 5 SMA Negeri 1 Godong, penulis mengalami kendala, dari 33 orang peserta didik, masih 20 persen yang memperoleh nilai sesuai KKM (70), karena banyak peserta didik belum memahami konsep materi jurnal penyesuaian.

Baca juga:   Dengan Unit Bisnis Sekolah, Akuntansi Itu Tidak Sulit

Pemilihan metode mengajar yang tepat akan mempunyai andil yang besar di dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansi. Metode pengajaran yang baik adalah metode yang mampu mengantarkan peserta didik dalam berbagai macam kegiatan. Dalam hal ini peserta didik harus diberi kesempatan untuk melatih kemampuannya, misalnya menyelesaikan tugas-tugas dan latihan-latihan soal akuntansi yang diberikan guru.

Salah satu metode yang digunakan penulis dalam pembelajaran akuntansi materi jurnal penyesuaian adalah metode drill atau latihan. Seperti yang diutarakan oleh Sri Anitah (2009:118) metode drill atau latihan adalah suatu cara mengajar dengan memberikan latihan terhadap apa yang telah dipelajari peserta didik sehingga memperoleh suatu ketrampilan tertentu.
Penulis dalam kegiatan pembelajaran, membagi kelompok menjadi delapan kelompok dengan masing-masing anggota 4-5 orang, dan memberikan soal sejumlah anggota dalam kelompok yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Dengan berdiskusi, tanya jawab, dan bekerja sama diharapkan anggota kelompok yang belum memahami soal, dibantu anggota kelompok yang sudah memahami.
Kemudian diberikan kesempatan satu per satu peserta didik maju untuk menjawab soal yang telah diberikan. Apabila belum dapat menjawab soal yang diberikan, peserta didik harus mengulang kembali. Bagi kelompok yang anggotanya sudah maju, dan menjawab dengan benar diberikan soal latihan selanjutnya, sehingga peserta didik lebih memahami dan memiliki keterampilan dalam materi jurnal penyesuaian.

Baca juga:   Pengaruh Budaya Disiplin Terhadap Hasil Belajar Siswa SD

Metode pembelajaran drill menguntungkan peserta didik, karena peserta didik diberikan pemahaman secara bertahap, sehingga materi yang diajarkan dapat lebih melekat dalam pikiran peserta didik. Selain itu, metode pembelajaran drill atau latihan merupakan metode mengajar yang dapat digunakan untuk mengaktifkan peserta didik pada saat proses belajar mengajar berlangsung, karena metode pembelajaran drill menuntut peserta didik untuk selalu belajar mengerjakan soal latihan yang diberikan guru.

Keaktifan peserta didik dalam mengerjakan soal-soal latihan memungkinkan mereka berprestasi lebih baik dibandingkan peserta didik yang tidak mau mengerjakan soal latihan yang diberikan guru. Terbukti setelah mengerjakan beberapa soal latihan, diperoleh hasil yang cukup memuaskan, sekitar 85 persen dari 33 orang peserta didik, memperoleh nilai di atas KKM (70). (ips2.1/lis)

Guru Ekonomi SMA Negeri 1 Godong, Kabupaten Grobogan

Author

Populer

Lainnya