Blended Learning Mengatasi Kesulitan Pembelajaran PAI

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASA pandemi Covid-19 seakan mematahkan segala idealisme guru yang telah menetapkan metode, strategi, model dan langkah-langkah pembelajaran. Pembelajar atau guru serta merta harus berubah sekaligus menyesuaikan dan berdaptasi dengan model, metode dan strategi pembelajaran yang baru dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kemudian muncul permasalahan lanjutan dari proses yang berlangsung dalam pembelajaran jarak jauh, di antaranya minimnya peserta pembelajaran yang mengikuti KBM, sarana dan prasarana yang harus dipenuhi penunjang pembelajaran, serta minimnya pengetahuan guru dan peserta didik tentang aplikasi yang akan digunakan.

Permasalahan-permasalahan tersebut harus segera diatasi karena proses pembelajaran dituntut untuk berjalan secara kontinyu dan berkelanjutan. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMP Negeri 1 Paninggaran kelas 8 tentang bahaya mengonsumsi minuman keras, judi, dan pertengkaran turut terimbas, guru PAI harus berubah dan mengubah pola dan model pembelajaran selama pandemi berlangsung. Materi ini penting disajikan dalam berbagai model dan metode pembelajaran. Semua ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan meski terangkum dalam satu paket pembelajaran yang dapat dinikmati dan dipahamkan kepada semua peserta didik.

Baca juga:   Membatasi dan Melindungi Siswa dari Konten Negatif

Karena situasi yang mendesak seperti sekarang ini, pembelajaran hanya dapat dilakukan dengan sistem dalam jaringan (daring). Sementara itu, kebutuhan penilaian ranah sikap dari peserta didik dapat diperoleh dari video conference. Banyak aplikasi yang bisa digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. Di antaranya, WhatsApp (WA), Google Form, Google Classroom, Google Sites, Sway dan berbagai aplikasi lain yang mendukung pembelajaran mata pelajaran PAI dan BP di SMP Negeri 1 Paninggaran.

Sedangkan untuk pemanfaatan video conference dapat menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Meeting Microsoft 365, Youtube Streaming dan aplikasi lainnya. Jadi, walaupun terpisah jarak yang jauh bahkan sangat jauh, akan tetapi akan terasa dekat dan dapat bertatap muka secara langsung. Pemanfaatan pembelajaran dengan memadukan kedua atau lebih metode pembelajaran disebut sebagai blended learning.

Dalam artian, blended learning methode atau metode pembelajaran campuran adalah metode yang menggunakan dua bahkan lebih pendekatan sekaligus. Metode ini menggunakan sistem daring sekaligus tatap muka melalui video conference. Jadi, meskipun pelajar dan pengajar melakukan pembelajaran dari jarak jauh, keduanya masih bisa berinteraksi satu sama lain. Sesuai yang disampaikan oleh Semler (2005) Blended learning combines the best aspects of online learning, structured face-to-face activities, and real world practice. Blended learning adalah sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online terbaik dan lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial.

Baca juga:   Cita-Cita Pendidikan Kemanusian dan Pemanusiaan

Dengan demikian pembelajaran yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP Negeri 1 Paninggaran kelas 8 tentang materi bahaya mengonsumsi minuman keras, judi dan pertengkaran dilakukan dengan blended learning dan dapat meningkatkan proses pembelajaran yang optimal dan hasil penilaian yang semakin maksimal. Kiranya pembelajaran ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mata pelajaran lain bahkan sekolah lain guna peningkatan proses dan hasil pembelajaran. (*/aro)

Guru PAI SMP Negeri 1 Paninggaran, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya