Belajar Fluida dengan Cara Mind Mapping

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Fisika merupakan pelajaran yang menakutkan. Penulis akan berbagi pengalaman untuk memecahkan solusi dalam belajar. Pada dasarnya semua pelajaran itu mudah untuk dipelajari, ada banyak faktor yang mempengaruhi yaitu dari siswanya, semangatnya, kemauanya, lingkungannya, keinginan untuk maju dan sarana prasarana. Semua saling berkaitan, saling bersinergi satu dengan yang lain.

Mind mapping merupakan pemetakan pikiran yang terorganisir secara visual dari ide dan konsep. Teknik ini awalnya diperkenalkan oleh seorang ahli yang bernama Tony Buzan, seorang psikolog asal Inggris. Dengan mind mapping diharapkan dapat meningkatkan daya ingat kita lebih detail lagi. Karena dengan mind mapping, kita belajar menggunakan otak kanan yang melibatkan imajinasi (Tony Buzan, 1970). Visualisasi, kreativitas dan berhubungan langsung dengan otak bawah sadar sehingga lebih mudah untuk diingat. Dengan teknik belajar ini, pikiran kita akan lebih fokus pada topik utama kemudian mengasosiasi dengan kata kunci tertentu dari sebuah pelajaran. Hal ini tentu akan mempermudah kita untuk mengingat karena kita fokus pada poin-poin penting dan menyimpulkanya ke dalam peta konsep sederhana.

Baca juga:   Mengembangkan Nilai-Nilai Nasionalisme melalui Role Play

Yang membuat kita kesulitan dalam memahami pelajaran biasanya karena kita belum memahami gambaran besar dari materi tersebut. Walaupun,sudah kita pelajari berulang kali rasanya masih ada yang kurang paham atau bahkan ada yang terlupakan begitu saja. Dengan mind mapping, kita belajar menggunakan kata kunci untuk mendiskripsikan setiap materi agar lebih mudah dipahami. Jadi hanya cukup satu kata kunci langsung paham,

Belajar mind mapping mestinya menjadi lebih menyenangkan karena melibatkan kreativitas, ide, gambar yang menarik dan berwarna menurut warna pelangi dan kesukaan kita. Sehingga selama kita belajar kita tidak akan cepat bosan dan hilang semangat karena membaca buku hanya berisi tulisan. Tapi dengan belajar mind mapping yang sudah dibuat setiap selesai belajar pasti akan lebih bersemangat.

Di sini penulis telah mempraktikkan metode belajar mind mapping di kelas X MIPA 1 di SMAN 1 Godong. Apalagi, bila kita menggunakan pensil warna-warni yang kita suka dan dilengkapi dengan gambar yang lucu yang kita sukai, belajar berulang kali pun akan tetap menarik dan bersemangat. Adapun cara untuk membuatnya yang harus disiapkan adalah peralatan tulis (kertas folio) dan pensil berwarna, Siapkan kertas yang siap kamu coret–coret, utamakan kertas polos supaya kamu bisa bebas berimajinasi. Yang kedua pensil/spidol warna-warni supaya tampilannya lebih menarik, semangat belajar menjadi lebih fokus.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar Fisika melalui Pendekatan Kontruktivisme

Dimulai dengan menulis dari topik utama ditaruh dibagian tengah halaman. Dari situ, baru mulai mengembangkan menjadi subtopik yang berkaitan disertai turunannya. Contoh topiknya: Fluida. Berarti subtopiknya Fluida Statis dan Fluida Dinamis. Adapun turunannya Hidrostatis, Hukum Utama Hidrostatis, Archimedes, dan seterusnya. Usahakan untuk menggunakan satu kata atau frase untuk setiap subtopik maupun turunannya. Hal ini untuk memudahkan peserta didik untuk mengingat. Bila kita menggunakan kata yang terlalu panjang/rumit akan menghambat untuk menghafalnya.J angan lupa gunakan pensil/spidol berwarna yang berbeda untuk setiap garis subtopik, biar lebih menarik secara visual. Semakin berkreasi maka semakin menarik dan siswa menjadi senang karena sudah merasa tertarik untuk belajar. (ips2/ton)

Guru Fisika SMA Negeri 1 Godong

Author

Populer

Lainnya