Mudah Kuasai Materi Pewarisan Sifat Menggunakan Kancing Genetika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATERI belajar pewarisan sifat berhubungan dengan gen pembawa informasi yang ukurannya sangat kecil dan tidak dapat ditangkap oleh indra. Untuk memudahkan siswa menguasai materi pewarisan sifat di kelas IX harus dipilih model pembelajaran dengan menggunakan media yang tepat. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien (Hamalik 2004). Salah satu media yang dapat digunakan dalam pembelajaran genetika adalah dengan menggunakan media kancing genetika.

Kancing genetika adalah kancing berwarna, dimana setiap warna mempresentasikan sebuah gen yang mengkodekan sebuah ciri mahluk hidup. Setiap ciri dikodekan oleh sepasang gen yang berasal dari induk jantan dan betina. Ada dua jenis kancing genetika yaitu yang meliliki tonjolan dan cekungan. Kancing yang memiliki tonjolan menggambarkan gen dari gamet jantan sedangkan yang memiliki cekungan menggambarkan gen dari gamet betina. Setiap ciri yang terdapat pada mahluk hidup dikodekan oleh sepasang gen yang berasal dari gamet jantan dan betina. Gen dominan dapat menutupi gen yang resesif. Sifat dari gen dominan ini yang memunculkan fenotip dari keturunannya.

Baca juga:   Eksperimen Mandiri IPA di Masa Pandemi

Kancing genetika dapat digunakan untuk menggambarkan persilangan monohibrid dan dihibrid pada pewarisan sifat mahluk hidup, sehingga siswa dapat belajar genetika melalui praktik menggunakan kancing genetika. Pada persilangan monohibrid satu ciri yang terdapat pada induk jantan dan betina masing – masing menggunakan dua buah kancing dengan warna tertentu. Sehingga saat pembentukan gamet masing masing memiliki dua buah kancing (gen) yang terpisah. Ciri yang akan muncul dari keturunannya merupakan gabungan gen (kancing) yang berasal dari induk jantan dan betina. Gen yang dominan dari salah satu induknya yang akan memunculkan fenotip dari keturunannya karena gen yang dominan akan menutupi gen yang resesif. Satu ciri yang muncul dikendalikan oleh sepasang gen yang berasal dari induk jantan dan betina.

Pada persilangan dihibrid siswa dapat menggunakan dua pasang kancing dengan warna berbeda dimana setiap pasang menggambarkan ciri tertentu pada induk jantan atau betina. Pada pembentukan gamet akan menghasilkan empat macam kancing dengan warna tertentu baik untuk induk jantan atau betina. Kemungkinan genotip dan fenotip dari keturunannya dapat diprediksi dari hasil kombinasi kancing yang dihasilkan. Keturunan yang terbentuk ditunjukkan oleh empat kancing yang menggambarkan dua sifat beda dari keturunannya.

Baca juga:   Nasib Sastra Lama Makin Merana

Pada aktivitas pembelajaran siswa diberikan beberapa contoh model persilangan monohibrid dan dihibrid, membuat diagram punet dan membuat simulasinya menggunakan kancing genetika. Setiap ciri yang nampak dari keturunan digambarkan oleh dua kancing, satu dari jantan dan satu dari betina. Gen yang dominanlah yang akan memunculkan sebuah fenotip dari keturunannya.
Dengan menggunakan kancing genetika ini ternyata hasil belajar IPA kelas IX pada materi pewarisan sifat di SMP Negeri 1 Wonopringgo mengalami peningkatan dibandingkan tanpa menggunakan media tersebut. Melalui penggunakan kancing genetika ini siswa akan lebih mudah menguasai materi genetika. (gm2/zal)

Guru IPA SMPN 1 Wonopringgo

Author

Populer

Lainnya