Mabit Membentuk Siswa yang Religius

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hal terpenting dalam pendidikan yang tertuang dalam kurikulum 2013 adalah pendidikan karakter. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah demi membangun peserta didik yang berkarakter. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh SMP Negeri 3 Bojong, Kabupaten Pekalongan adalah dengan mengadakan kegiatan MABIT atau Malam Bina Iman dan Intelektual.

Kegiatan MABIT ini fokus pada penguatan iman dan takwa para peserta didik, diharapkan dengan adanya kegiatan MABIT ini mampu meningkatkan kualitas diri pada peserta didik sehingga terlahir individu-individu yang berkarakter religius dengan berlandaskan iman dan takwa yang kuat kepada Allah SWT. Banyak materi kegiatan yang di berikan dalam kegiatan tersebut, dari mulai tadarus Alquran, membaca kitab risalah awal, istighotsah, salat dhuha, ceramah keagamaan, salat lima waktu berjamaah, materi audio visual (keimanan, hari akhir dan berbakti kepada orang tua dan guru), renungan malam, salat tahajud, doa bersama, sampai kebersihan lingkungan dan kegiatan yang lainnya.

Di sinilah para siswa dididik dan dibina iman dan takwanya kepada Allah SWT, agar siswa benar-benar bisa memahami dan mengerti akan pentingnya keimanan dan ketakwaan. Sehingga siswa mampu menjadi manusia yang selain pintar secara intelektual, juga pintar dan cakap menjadi manusia yang mampu melaksanakan peran dan tanggung jawabnya kepada sesama manusia dan kepada Allah SWT dengan sebaik – baiknya.

Baca juga:   Penggunaan Media Online dalam Pembelajaran PAI di Masa Pandemi Covid-19

Kemudian dari kegiatan MABIT tersebut para siswa atau peserta didik diharapkan mendapatkan manfaat di antaranya: pertama, dapat meningkatkan iman dan takwa para siswa atau peserta didik. Walaupun waktunya singkat hanya satu malam, namun iman dan takwa para siswa sangat meningkat. Barakah dan ketenangan jiwa mereka dapatkan dan benar-benar telah menyadarkan mereka untuk banyak berubah ke arah positif berupa amal shalih dan akhlakul karimah.

Kedua, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Siswa bisa terinspirasi dan termotivasi untuk senantiasa terbiasa melaksankan salat lail atau salat malam. Ketiga, menumbuhkan muhasabah (instropeksi diri). Perilaku dan tutur kata mereka yang selama ini kurang optimal, kemudian terdorong untuk lebih memperbaiki diri dan meningkatkannya agar lebih optimal. Sehingga mampu meningkatkan kualitas akhlak mereka.

Ketiga, kesempatan melakukan Riyadhah (latihan). Dengan kegiatan MABIT ini, bisa digunakan untuk latihan para siswa untuk belajar lebih tertib dan disiplin dalam melaksanakan perintah Allah SWT, sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Keempat, berupaya menjadi manusia yang bertakwa. Setelah kegitan tersebut semoga siswa bisa menjadi insan manusia yang mampu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Siswa jadi mengenal dan terbiasa melaksanakan sholat-sholat sunah yang biasa dilakukan rosulullah semasa beliau masih hidup.

Baca juga:   Serunya Belajar Aqiqoh, Qurban lewat Whatsapp Group dan Voice Note

Kelima, siswa jadi bisa menghargai waktu. Siswa mampu memanajemen waktu dengan baik kapan saatnya beribadah kepada Allah SWT, dan kapan saatnya berbuat untuk kepentingan dunia. Demikian di antara strategi sekolah dan guru pendidikan agama Islam, dalam memberikan penanaman iman dan takwa kepada siswa, sehingga siswa mampu dan benar-benar menjadi pelajar yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. (gm1/aro)

Guru SMP Negeri 3 Bojong, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya