Efektifkan Pemahaman Ayat-Ayat Berpikir Kritis dengan POT

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADATNYA materi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meliputi Alquran Al-Hadis, Akidah, Akhlak, Fiqih, dan Sejarah Peradaban Islam, menuntut pendidik harus pandai mengatur strategi dan metode pembelajaran. Apalagi dengan kemampuan keagamaan siswa yang heterogen.

Salah satu metode pembelajaran yang penulis terapkan di kelas untuk lebih mengefektifkan ketercapaian tujuan pembelajaran di SMK Negeri 1 Purwodadi pada materi Alquran, khususnya QS Al-Baqarah ayat 190-191 tentang berpikir kritis adalah dengan menggunakan metode The Power of Two (POT).

Model pembelajaran aktif dengan metode POT adalah pembelajaran kekuatan dua kepala yang digunakan untuk meningkatkan pembelajaran yang kooperatif dan untuk menegaskan pentingnya serta manfaat sinergi, karena dua kepala jauh lebih baik dari pada satu kepala (Silberman 2010).

Metode belajar kekuatan berdua atau POT termasuk bagian dari belajar kooperatif, yaitu belajar dalam kelompok kecil dengan menumbuhkan kerjasama secara maksimal melalui kegiatan pembelajaran oleh teman sendiri dengan anggota dua orang didalamnya untuk mencapai kompetensi dasar. Pertama, POT menurut istilah power (pauwe/kekuatan) dua (two/tu), dua kekuatan. Kedua, metode belajar kekuatan berdua adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan belajar kolaboratif dan mendorong munculnya keuntungan dari sinergi itu, sebab dua orang tentu lebih baik dari pada satu. Ketiga, dalam pelaksanaan strategi pembelajaran ini menggunakan beberapa metode yang sesuai dengan langkah-langkah metode pembelajaran the power of two seperti menggunakan metode ceramah, diskusi, kerja kelompok, dan lain-lain.

Baca juga:   Kinerja SMK dalam Menyiapkan Tamatan Siap Kerja

Metode pembelajaran POT merupakan taktik atau trik yang harus dikuasai dan diterapkan oleh pendidik agar tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan dapat tercapai dengan menggabungkan kekuatan dua orang dalam proses belajar mengajar. Adapun langkah-langkah pelaksanaan metode POT yang penulis terapkan antara lain, guru memberi pertanyaan yang membutuhkan perenungan (refleksi) dan pemikiran, siswa diminta menjawab pertanyaan secara individu. Setelah siswa melengkapi jawabannya, kemudian diminta berpasangan dan berbagi (sharing) jawaban dengan pasangannya, guru meminta pasangan tadi untuk membuat jawaban baru dari masing-masing pertanyaan sekaligus memperbaiki jawaban individu, siswa mempresentasikan hasil diskusi atau jawaban kelompok kecil di depan kelas.

Metode pembelajaran POT mempunyai beberapa keunggulan di antaranya, siswa tidak tergantung pada guru, mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkan ide-ide atau gagasan-gagasan orang lain, membantu anak agar bekerja sama dengan orang lain, membantu siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, meningkatkan minat dan memberikan rangsangan untuk berpikir, meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial.

Baca juga:   Teknik “Si Mpok” Tingkatkan Keterampilan Komunikasi Siswa

Disamping memiliki keunggulan, metode POT juga memiliki kelemahan, yaitu, peninjauan permasalahan dari berbagai sudut. Bahkan memungkinkan penyimpangan pembicaraan, adanya kelompok yang sering berpasangan membuat pembelajaran kurang kondusif, dan adanya siswa yang mengandalkan pasangannya. Untuk mengatasi kelemahan atau kekurangan metode POT dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, menumbuhkan sikap saling kerja sama dan saling menerima pendapat masing-masing dan menyatukan pendapat tersebut serta menumbuhkan sikap tanggungjawab terhadap pekerjaan yang diberikan.

Walaupun memiliki kekurangan, POT tetap membantu siswa dalam memahami ayat-ayat Alquran tentang berpikir kritis kelas XII TKJ1 di SMKN 1 Purwodadi. Terbukti hasil belajar siswa meningkat, suasana kelas pun lebih akrab dan proses belajar mengajar berlangsung efektif. (gm1/ida)

GPAI SMKN 1 Purwodadi Kabupaten Grobogan Jawa Tengah

Author

Populer

Lainnya