Pengaruh Penguasaan Konten dalam Bimbingan Belajar Kemandirian

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam perkembangan dan kehidupan setiap individu perlu menguasai berbagai kemampuan atupun kompetensi. Dengan kemampuan atau kompetensi itulah individu itu hidup dan berkembang. Banyak atau bahkan sebagian besar dari kemampuan atau kompetensi itu harus dipelajari. Untuk itu individu harus belajar, dan belajar. Kegiatan belajar ini tidak memandang waktu dan tempat, artinya dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.

Pendidikan merupakan jalan yang paling efektif dalam pengembangan kemampuan siswa. Melalui pendidikan, siswa dibina untuk menjadi dirinya sendiri yang memiliki potensi yang luar biasa. Oleh sebab itu siswa dituntut memiliki kemandirian belajar maupun kemandirian dalam hidupnya. Dengan pendidikan inilah siswa diberi bekal agar nantinya siswa bisa hidup mandiri di kemudian hari. Hal ini akan dicapai apabila siswa terlibat secara aktif dan fisik, mental, maupun emosional.

Suatu tujuan pembelajaran menyatakan hasil yang diharapkan dari pembelajaran itu dan bukan sekedar suatu proses dari pembelajaran itu sendiri. Bimbingan belajar menjadi sangat penting dalam membekali anak untuk mampu mengaktualisasikan kemandiriannya. Oleh sebab itu, kemandirian secara khusus merupakan tingkah laku yang ditandai oleh beberapa ciri yaitu percaya diri, mampu bekerja sendiri, menguasai keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan bidangnya, menghargai waktu dan tanggung jawab (Asokhi, 2003:195).

Baca juga:   Konseling Kelompok , Tingkatkan Percaya Diri Siswa

Usaha pendidikan yang dilakukan untuk mengembangkan kemandirian menjadi sangat penting karena selain problem remaja, bentuk perilaku negatif juga terdapat pada gejala negatif yang dapat menjauhkan individu dari kemandirian. Gejala-gejala tersebut menurut Kartadinata (1988: 108) dipaparkan sebagai berikut: pertama, ketergantungan disiplin kepada kontrol luar dan bukan karena niat sendiri yang ikhlas perilaku seperti ini akan mengarahkan kepada perilaku yang sesuai dengan aturan dan ritualistik serta tidak konsisten situasi ini akan menghambat pembentukan etos kerja dan etos kehidupan yang mapan sebagai salah satu ciri dari kualitas sumber daya dan kemandirian manusia. Kedua, sikap tidak peduli terhadap lingkungan hidup manusia yang mandiri bukanlah manusia yang lepas dari lingkungannya, melainkan manusia yang peduli terhadap lingkungannya. Ketidakpedulian terhadap lingkungan hidup merupakan gejala perilaku yang menunjukan bahwa kemandirian masyarakat masih rendah. Ketiga, sikap hidup tanpa pemahaman dan kebersamaan dengan mengorbankan prinsip bahwa segala sesuatunya bisa diatur yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat petunjuk adanya ketidakjujuran berfikir dan bertindak serta kemandirian yang masih rendah.

Gejala-gejala tersebut merupakan kendala utama dalam mempersiapkan individu-individu yang mampu mengarungi kehidupan masa mendatang yang semakin kompleks dan penuh tantangan. Oleh sebab itu, perkembangan kemandirian remaja menuju ke arah kesempurnaan menjadi sangat penting untuk diikhtiarkan secara serius, sistematis, dan terprogram. Sekolah sebagai agent of change digambarkan sebagai miniatur masyarakat yang menampung siswa dengan latar belakang kepribadian yang berbeda, misalnya bakat, minat, dan kemampuan.

Baca juga:   SKG Tumbuhkan Inspirasi Hidup Sehat

Berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan bahwa di SMP Negeri 1 Lebakbarang yang merupakan salah satu SMP di Kabupaten Pekalongan tentang kemandirian siswa dalam belajar di SMP tersebut belum menunjukan hasil optimal. Hal tersebut dipengaruhi kurangnya motivasi dari pihak keluarga maupun diri sendiri dalam belajar, sehingga siswa tidak menjadi pribadi yang mandiri. Dengan adanya layanan penguasaan konten dalam bimbingan belajar terhadap kemandirian belajar diharapkan siswa memiliki pengetahuan tentang bagaimana belajar yang baik dan mandiri menurut kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Disiplin dalam belajar, pemantapan penguasaan materi pelajaran, mencapai prestasi belajar secara optimal dan memiliki ketrampilan untuk menghadapi ulangan atau ujian.

Berdasarkan konsep-konsep di atas bahwa pemberian layanan penguasaan konten dalam bimbingan belajar yang berguna untuk menguasai kemampuan atau kompetensi tertentu melalui kegiatan belajar. Yaitu dengan cara menumbuhkan kemandirian belajar siswa, dapat mempersiapkan diri untuk mengarungi kehidupan masa mendatang yang semakin kompleks dan penuh tantangan. (fbs1/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya