Mudahnya Belajar Akar Pangkat Tiga dengan Metode Drill

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENDIDIKAN di sekolah dasar merupakan pendidikan anak yang berusia antara 7 sampai dengan 13 tahun sebagai pendidikan di tingkat dasar yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat bagi siswa. Disinilah siswa sekolah dasar ditempa berbagai bidang studi yang kesemuanya harus mampu dikuasai siswa. Tidaklah salah bila di sekolah dasar disebut sebagai pusat pendidikan. bukan hanya di kelas saja proses pembelajaran itu terjadi akan tetapi di luar kelas pun juga termasuk ke dalam kegiatan pembelajaran.

Sekali lagi tugas para guru di sekolah dasar di kelas bukan hanya sebagai pemberi materi/narasumber atau pengajar saja, akan tetapi lebih dari itu seorang guru di kelas juga menjadi motivator dan pemberi bimbingan bagi semangat siswa-siswanya ke arah prestasi yang membanggakan. Permasalahan yang dihadapi di SD 01 Wonokerto Kulon kelas VI mata pelajaran matematika pada KD Menentukan akar pangkat tiga dari suatu bilangan kubik mengalami penurunan hasil belajar, beberapa kali pertemuan hanya memperoleh nilai 50% peserta didik dibawah KKM.

Baca juga:   Tingkatkan Konsentrasi Belajar Matematika dengan Model GGE

Permasalahan yang sering dijumpai dalam pengajaran, khususnya pembelajaran matematika adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada siswa secara baik sehingga diperoleh hasil yang efektif dan efisien. Maka penulis menerapkan pembelajaran dengan metode yaitu metode drill dengan teknik belajar mandiri. Pengertian dari metode drill/ latihan siap ialah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan cara melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan. Adapun pengertian lain (Winarno Surachmad, 1979: 76) dimaksudkan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau keterampilan latihan dari apa yang telah dipelajari, karena hanya dengan melakukannya secara praktis suatu pengetahuan dapat disempurnakan dan disiap-siagakan.

Langkah-langkah penerapannya metode drill di kelas antara lain : Pertama, Menjelaskan maksud dan tujuan latihan terbimbing pada siswa. Kedua, Guru harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan belum bisa mengharapkan siswa mendapatkan keterampilan yang sempurna. Ketiga, Mengadakan latihan terbimbing sehingga timbul response siswa yang berbeda-beda untuk peningkatan keterampilan dan penyempunaan kecakapan siswa. Keempat, Memberi waktu untuk mengadakan latihan yang singkat agar tidak meletihkan dan membosankan dan guru perlu memperhatikan response siswa apakah telah melakukan latihan dengan tepat dan cepat. Kelima, Meneliti hambatan atau kesukaran yang dialami siswa dengan cara bertanya kepada siswa, serta memperhatikan masa latihan dengan mengubah situasi sehingga menimbulkan optimisme dan rasa gembira pada siswa yang dapat menghasilkan keterampilan yang baik. Keenam, Guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang pokok dan tidak banyak terlibat pada hal-hal yang tidak diperlukan. Ketujuh, Guru perlu memperhatikan perbedaan individual siswa, sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing dapat berkembang.

Baca juga:   Pembelajaran Kreatif dan Inovatif di Tengah Pandemi

Melalui metode drill dengan teknik mandiri yang diberikan kepada peserta didik akan memberikan pembiasaan keterampilan berupa latihan yang berulang-ulang, hal ini dapat terlihat peningkatan hasil belajar yang didapat peserta didik mengalami kenaikan yang signifikan. (fbs1/zal)

Guru SDN 01 Wonokerto Kulon, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya