Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS dengan Tutor Sebaya

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada mata pelajaran IPS sebagian materinya berisi deskriptif, biasanya metode yang digunakan guru adalah ceramah. Sehingga sering dijumpai adanya siswa yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, maka untuk berpikir kreatif pun, siswa mengalami hambatan. Selain itu metode ceramah menimbulkan rasa bosan pada siswa sehingga metode ceramah dirasa kurang efektif.

Untuk meningkatkan aktivitas dan motivasi semua siswa dalam proses pembelajaran IPS kelas VII pada materi Permintaan, Penawaran dan Pasar di SMP Negeri 27 Semarang adalah dengan menerapkan metode tutor sebaya. Menurut Ahmadi dan Supriyono (2004), tutor sebaya adalah metode pembelajaran dimana beberapa siswa ditunjuk atau ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan dalam belajar agar temannya tersebut bisa memahami materi dengan baik. Metode tutor sebaya merupakan salah satu metode pembelajaran yang dilakukan dengan cara memberdayakan kemampuan siswa yang memiliki daya serap tinggi untuk membantu siswa lain yang daya serapnya rendah. Tutor sebaya artinya siswa yang mengalami kesulitan belajar diberi bantuan oleh teman-teman mereka sekelas yang mempunyai usia yang sebaya dengan siswa tersebut.

Baca juga:   Belajar Negara ASEAN Menggunakan TTS pada Masa Work From Home

Metode tutor sebaya dilaksanakan dengan membagi kelas dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 orang dan memilih siswa untuk dijadikan sebagai ketua kelompok sekaligus sebagai tutor dalam kelompoknya. Siswa yang menjadi tutor mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan teman lainnya dan sudah dibekali materi yang akan dibahas oleh guru. Sehingga pada saat siswa tersebut memberikan bimbingan siswa tersebut sudah dapat menguasai bahan/materi yang akan disampaikan. Metode tutor sebaya dapat memancing semua siswa untuk lebih aktif dan kreatif dalam segala kegiatan, termasuk lebih berani dalam bertanya dan mengeluarkan pendapat karena yang menjadi tutor adalah temannya sendiri bukan seorang guru. Jadi siswa dapat menggantikan fungsi guru untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar.

Maka penggunaan metode tutor sebaya, siswa yang kurang aktif menjadi aktif dan dapat mengoptimalkan kemampuan siswa yang berprestasi dalam satu kelas untuk mengajarkan kepada teman sebaya yang kurang berprestasi. Dalam metode tutor sebaya, tugas guru sebagai fasilitator, motivator, mediator dan evaluator. Sedangkan tugas tutor adalah membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar, karena hubungan antara teman sebaya umumnya lebih dekat dibandingkan hubungan guru dengan siswa.

Baca juga:   Scrapbook : Cara Asyik Belajar Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode tutor sebaya adalah salah satu cara untuk memfasilitasi siswa belajar bersama dan dibimbing oleh teman sebaya dalam berbagi pengetahuan, saling membantu dan dapat menciptakan keadaan yang nyaman. Manfaat penerapan metode tutor sebaya, siswa yang mengalami kesulitan dalam pemahaman materi dapat terbantu oleh siswa yang lain dan membantu melatih keterampilan siswa berkomunikasi. Bagi tutor, kegiatan tutor sebaya merupakan pengayaan dan menambah motivasi belajar dan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab akan kepercayaan. Metode tutor sebaya dapat membentuk karakter siswa, karena dapat meningkatkan kepekaan/saling peduli, menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri, memupuk kerjasama, saling menghargai, meningkatkan rasa saling percaya diri dan melatih kemandirian siswa. (ips2/ton)

Guru SMP Negeri 27 Semarang

Author

Populer

Lainnya