PMRI Dongkrak Prestasi Belajar Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan ilmu universal yang berguna bagi kehidupan manusia dan mendasari perkembangan teknologi modern. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang, dan matematika diskret. Guna menguasai dan mencipta teknologi di masa depan, diperlukan penguasaan dan pemahaman matematika yang kuat sejak dini.

Mengingat pentingnya matematika, mata pelajaran ini diajarkan pada semua jenjang pendidikan formal. Namun sampai saat ini, masih banyak siswa menganggap matematika sulit dan membosankan karena harus hafal beragam rumus. Tidak mengherankan jika saat pelajaran matematika khususnya bangun ruang, suasana kelas berubah menegangkan. Siswa cenderung pasif, hanya duduk, dengar dan mengerjakan soal. Siswa kurang menguasai konsep sehingga kesulitan ketika mengaplikasikan matematika dalam situasi kehidupan nyata. Siswa masih beranggapan matematika hanya teoritis belaka. Ini menjadikan hasil pembelajaran siswa sering mengecewakan, hal ini juga terjadi di kelas VI SD Negeri 1 Sidorejo. Untuk itu proses pembelajaran matematika perlu dikemas secara kreatif oleh guru agar lebih menyenangkan dan bermakna sehingga siswa lebih enjoy dalam belajar.

Baca juga:   Perwujudan Demokrasi Pancasila di Sekolah

Untuk mewujudkan pembelajaran matematika menyenangkan salah satunya dapat dilakukan dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia ( PMRI). Menurut Zulkardi (2011: 4) PMRI atau RME adalah pendekatan pembelajaran yang bertitik tolak dari hal-hal yang “real” bagi siswa, menekankan keterampilan “process of doing mathematics”, berdiskusi berkolaborasi berargumentasi dengan teman sekelas sehingga dapat menemukan sendiri dan dapat menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Hal senada diungkapkan oleh Anwar (2010) menyatakan bahwa PMRI adalah satu pendekatan pembelajaran matematika yang coba menggunakan pengalaman dan lingkungan siswa sebagai alat bantu mengajar primer.

Pembelajaran matematika yang cenderung berorientasi memberi informasi kepada siswa untuk memakai matematika yang sudah siap pakai guna memecahkan masalah diubah dengan menjadikan masalah sebagai sarana utama mengawali pembelajaran sehingga memungkinkan siswa dengan caranya sendiri mencoba memecahkannya. Dasar filosofi yang digunakan dalam PMRI ini adalah kontrukstivisme yaitu dalam memahami suatu konsep matematika siswa diharapkan membangun dan menemukan sendiri pemahamannya. Karakteristik dari pendekatan ini adalah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk membangun pemahaman tentang konsep yang baru dipelajarinya. Ini sejalan dengan karakteristik anak SD yang masih dalam tahap operasional konkrit, dan merdeka belajar yang marak digalakkan saat ini.

Baca juga:   Quantum Teaching Hidupkan Suasana Pembelajaran Matematika

Langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan PMRI,diawali siswa memahami masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari yang sudah disampaikan guru. Guru menjelaskan situasi dan kondisi dari soal dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau saran , terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami siswa.Siswa secara individual menyelesaikan masalah kontekstual dengan cara mereka sendiri menggunakan lembar kerja. Siswa dengan bimbingan guru membandingkan dan mendiskusikan jawaban masalah bersama kelompoknya. Selanjutnya dari hasil diskusi guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang suatu konsep atau prosedur.

Melalui PMRI, pembelajaran menjadi lebih bermakna, menyenangkan,serta melatih siswa aktif berfikir dan mengeluarkan idenya. Hal ini berdampak siswa menjadi tidak kesulitan ketika dihadapkan dengan soal HOTS yang ada pada kurikulum 2013 saat ini. Siswa sudah terlatih untuk memahami dan menganalisa soal terlebih dahulu agar bisa menjawab soal dengan benar. Dengan PMRI siswa menyadari bahwa matematika saat erat dan dekat sekali dengan kehidupan keseharian mereka dan banyak sekali manfaatnya. (ips2/zal)

Guru SDN 1 Sidorejo, Temanggung

Author

Populer

Lainnya