PBL, Pemilos dan Penanaman Nilai-Nilai Demokrasi di Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sekolah merupakan tempat siswa belajar sesuatu termasuk belajar demokrasi. Mempelajari demokrasi tidak hanya teori demokrasi,tetapi dengan penerapan demokrasi dalam kehidupan sehari-hari. Pemilos (Pemilihan ketua OSIS) merupakan sarana yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi di sekolah.

Problem Based Learning (PBL) sesuai dengan karakter pembelajaran ini. PBL merupakan model pembelajaran berbasis masalah yang menggunakan berbagai kemampuan berpikir dari peserta didik secara individu maupun kelompok serta lingkunganya nyata untuk mengatasi permasalahan sehingga bermakna, relewan dan kontektual. Sehingga melalui PBL,Pemilos dan penanaman nilai-nilai demokrasi dapat tercapai.

Karakteristik yang tercakup dalam PBL menurut Tan Onn Seng (2000) antara lain (1) Masalah digunakan sebagai awal pembelajaran. (2) Biasanya masalah yang digunakan merupakan masalah yang nyata disajikan secara mengambang. (3) Masalah biasanya menuntut perspektif majemuk (multiple perspective). (4) Masalah membuat pembelajar tertantang untuk mendapatkan pembelajaran yang baru. (5) Sangat mengutamakan belajar mandiri. (6) Memanfaatkan sumber pengetahuan yang bervariasi tidak satu sumber saja. (7) Pembelajaran kolaborasi, komunikatif dan kooperatif. Karakteristik ini menuntut peserta didik untuk dapat menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi terutama dalam pemecahan masalah.

Baca juga:   Model Discovery Learning Tingkatkan Keaktifan Belajar PPKn

Indonesia salah satu negara yang menganut sistem demokrasi,semua elemen bangsa perlu menerapkan nilai-nilai demokrasi. Penanaman nilai-nilai demokrasi menurut Permendikbud N0 37 tahun 2018 KI dan KD terdapat di Kelas IX Semester 1 KD. 3.3 yaitu memahami ketentuan tentang bentuk dan kedaualatan negara sesuai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dalam kompentensi dasar ini peserta didik diharapkan menjadi warga negara sekolah yang memahami dan merapkan nilai-nilai demokrasi.

Membentuk warga negara yang demokratis tidak terlepas dari peran guru di sekolah yang mengajarkan siswa-siswinya untuk bersikap demokratis. Seorang guru tidak hanya menyampaikan materi-materi mata pelajaran di kelas tetapi harus dapat memberi contoh penerapan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan kedua setelah pendidikan keluarga menjadi tempat dalam proses penanaman budaya demokrasi bagi penerus bangsa. Sekolah memiliki peran penting dalam menumbuhkan budaya demokrasi di kalangan pelajar. Salah satu contohnya adalah melalui pemilihan ketua OSIS.

Di sekolah, pemilos biasanya diadakan pada awal semester gasal, pemilihan ketua OSIS menjadi tempat pembelajaran demokrasi sejak dini bagi peserta didik yang nantinya terjun dalam masyarakat. Kegiatan pemilihan ketua OSIS diharapkan bisa membekali peserta didik berupa karakter untuk menjadi warga negara yang baik. Penanaman nilai-nilai demokrasi dibutuhkan untuk menjadi landasan atau pedoman berperilaku dalam negara demokrasi. Menurut Henry B Mayo yang termasuk nilai-nilai demokrasi adalah : pengakuan penghormatan atas kebebasan,pemajuan ilmu pengetahuan,penegakan keadilan,penghormatan keanekaragaman,perubahan secara damai, dan penyelesaian pertingkaian secara damai. Jadi penanaman nilai-nilai demokrasi bagi peserta didik dapat dilakukan bagi sekolah dalam pembelajaran melalui PBL dan pemilihan ketua OSIS (Pemilos). (ips2/ton)

Baca juga:   PBL Tingkatkan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran PPKn

Guru PPKn SMP Negeri 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya