Gairahkan Pembelajaran Agama Katolik melalui Time Token

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PROSES pembelajaran adalah unsur yang paling penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Proses pembelajaran yang baik harus terjalin hubungan timbal balik antara peserta didik dengan guru dan peserta didik dengan teman sejawatnya. Berdasarkan hasil pengamatan ketika harus mengajar materi yang membutuhkan kemampuan peserta didik dalam mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan khususnya peserta didik SMPN 17 Semarang dalam pembelajaran agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 9 semester 1 materi Orang Beriman Hidup di Tengah Masyarakat.

Peserta didik cenderung pasif dan menjawab pertanyaan hanya sebatas ditanya. Bahkan yang berani menjawab pertanyaan, biasanya hanya peserta didik tertentu saja, sehingga tidak semua peserta didik aktif. Selain itu, mereka hanya mendengarkan dan mengerjakan tugas apabila disuruh oleh guru. Hal ini menunjukkan kalau belum terjalinnya interaksi antara guru dan peserta didik serta peserta didik dengan temannya yang seimbang.

Materi Orang Beriman Hidup di Tengah Masyarakat tidak akan dapat tergali dengan maksimal, apabila guru saja yang dominan aktif. Materi ini akan lebih mudah dipahami oleh peserta didik, apabila siswa mampu berbagi informasi, sharing, dan berbagi pengalamannya sendiri sebagai orang beriman yang hidup di tengah masyarakat.

Baca juga:   Perlukah Pendidikan Karakter di Usia Dini

Peserta didik membutuhkan model dan pendekatan yang mampu menggiringnya untuk aktif berkomunikasi, mengeluarkan pendapat serta aktif bertanya yang dibatasi dengan waktu tertentu agar semua peserta didik secara adil mendapat kesempatan untuk berbicara. Model pembelajaran Time Token sangat tepat untuk pembelajaran yang dapat mengajarkan keterampilan sosial, untuk menghindari peserta didik mendominasi pembicaraan atau peserta didik diam sama sekali. Menurut Arends (dalam Huda, 2013:239). Model pembelajaran Time Token merupakan model pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota kelompok diskusi mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam menyampaikan pendapat mereka.

Materi Orang Beriman Hidup di Tengah Masyarakat, sangat cocok apabila disampaikan dengan Time Token, peserta didik diberi kupon berbicara dengan waktu kurang lebih 30 detik per kupon. Guru meminta peserta didik untuk menyerahkan kuponnya terlebih dahulu sebelum berbicara atau memberi komentar. Setiap tampil berbicara satu kupon. Dia dapat tampil lagi setelah bergiliran dengan temannya, bagi yang kuponnya habis, maka tak boleh berbicara lagi. Demikian seterusnya sampai seluruh peserta didik kuponnya habis. Guru tinggal memberi nilai sesuai waktu yang digunakannya.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Siswa Menyanyikan Lagu Misa Berbantuan Video

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari pembelajaran model ini. Khususnya di SMP Negeri 17 Semarang dalam pembelajaran agama Katolik kelas 9 materi Orang Beriman Hidup di Tengah Masyarakat antara lain adalah suasana kelas aktif, tidak ada yang mendominasi pembicaraan, komunikasi semakin aktif, kelas menjadi hidup, dapat berlatih semakin terbuka, saling memberi masukan, mendengarkan, menghargai pendapat orang lain, mencari solusi bersama dan tidak membutuhkan banyak media pembelajaran. Pembelajaran agama Katolik dengan model Time Token diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar peserta karena pembelajaran menjadi lebih hidup, kelas aktif dan peserta didik lebih bersemangat. (ips2/ida)

Guru Agama Katolik SMPN 17 Kota Semarang

Author

Populer

Lainnya