Empat Cara Agar Pembelajaran Daring Optimal

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada masa pandemi covid-19, seluruh instansi pendidikan dalam lingkup sekolah tidak bisa melaksanakan pembelajaran secara langsung. Maka dari itu, Dinas Pendidikan memutuskan pembelajaran dilakukan dengan cara daring. Pembelajaran daring adalah proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan dalam jaringan (online). Tentunya berbeda dengan pembelajaran secara langsung, di mana siswa bisa bertatap muka dengan guru dan teman satu kelas. Sedangkan pembelajaran daring, siswa tidak bisa bertatap muka secara langsung dan dilakukan dengan jarak jauh dengan menggunakan alat komunikasi, yaitu handphone. Setelah memiliki handpone siswa harus memiliki kuota agar bisa terhubung dengan jaringan.

Pembelajaran daring yang dilakukan di rumah ini jangan dianggap liburan, karena statusnya tetap masuk sekolah. Karena itu, siswa harus membuat jadwal seperti halnya belajar di sekolah dari senin sampai sabtu. Tujuannya, agar siswa mendapatkan nilai yang baik, dan menerima pembelajaran daring ini secara optimal.

Nah, agar mencapai hasil yang optimal, siswa bisa membuat pembelajaran di rumah senyaman mungkin. Sehingga materi yang diberikan bisa dipahami dan mengerjakan tugas tidak ada kesulitan. Ada empat cara agar pembelajaran daring bisa memuaskan dan optimal. Pertama, komunikasi dengan guru serta sesama teman satu kelas. Kenapa harus berkomunikasi dengan guru dan teman? Karena proses pembelajaran jarak jauh ini tidak bisa bertatap muka secara langsung. Komunikasi yang dapat dilakukan dengan cara video call, WhatsApp, dan telepon dengan guru dan teman satu kelas atau satu desa. Hasil yang didapatkan apabila komunikasi yang dilakukan secara optimal dan maksimal, masalah yang dihadapi bisa terlesaikan dengan bijak dan baik.

Baca juga:   Optimalkan Pembelajaran Kalor dengan Word Square

Kedua, aktif berdiskusi. Berdiskusi ini dapat dilakukan dengan guru, orang tua, dan teman. Berdiskusi bisa membantu dan mengurangi masalah yang membutuhkan penjelasan dan pendapat teman. Dalam proses belajar daring, cara diskusi benar-benar bermanfaat bagi peserta didik dalam pemahaman materi dan mengerjakan tugas. Hilangkan rasa malu untuk bertanya kepada guru dan teman satu kelas, karena hal ini bisa menghambat siswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru.

Ketiga, tidak kalah penting juga, siswa harus me-manage waktu agar tidak keteteran dalam mengerjakan tugas. Misalnya, dalam satu hari, ada tiga tugas yang harus dikerjakan, terus tidak me-manage waktu kalian akan tertinggal dan tugas tidak bisa dikirim tepat waktu. Betapa pentingnya kalian untuk me-manage waktu dalam proses pembelajaran daring. Jangan menunda dan meremehkan tugas dari guru, karena itu akan mengurangi nilai dan hasil yang dicapai kurang optimal. Percayalah hasil yang kalian raih dengan me-manage waktu baik akan memuaskan.

Keempat, sosialisasi. Sosialisasi dalam proses pembelajaran daring dilakukan dengan keluarga terdekat di sini adalah orang tua. Apabila orang tua diajak bersosialisasi sulit karena harus bekerja bisa dilakukan dengan teman satu desa. Pada masa pandemi ini, siswa harus tetap bersosialisasi dengan tidak melupakan protokol kesehatan. Jadi gunakanlah momen dengan orang terdekat di masa pandemi dengan maksimal dan optimal walaupun dengan WhatsApp itu bisa agar tidak memutuskan tali silaturahmi.

Baca juga:   Bimbingan Belajar Tingkatkan Prestasi Siswa pada Pembelajaran Daring

Pesan yang bisa disampaikan dalam pembelajaran daring di masa pandemi adalah tetap semangat dan jangan malu untuk mengoreksi diri. Misalnya, kenapa sudah berkomunikasi dengan guru dan teman, tetapi hasilnya kurang maksimal, bisa juga karena malas untuk me-manage waktu. Jangan malu kepada orang tua dan teman apabila mengalami kendala dalam menyelesaikan tugas dengan daring. Terus dekatkan diri dengan Tuhan dengan cara beribadah yang rajin dan jagalah kesehatan di masa pandemi Covid-19. (ips2.1/aro)

Guru BK SMP Negeri 1 Karanganyar, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya