Meningkatkan Penguasaan Continuous Tense dengan Running Dictation

spot_img

RADARSEMARANG.ID, GRAMMAR atau Tata Bahasa merupakan salah satu komponen penting dalam suatu bahasa, yang berguna untuk menyusun kata agar bisa mempunyai makna tertentu dalam pengucapannya. Mengacu pada Wikipedia, grammar mempunyai definisi sebagai kumpulan kaidah-kaidah struktur gramatikal bahasa. Jadi apabila tidak dipelajari, maka pengguna bahasa hanya akan berbicara atau menulis saja, tetapi bahasanya tidak sistematis, kurang dipahami atau bahkan bisa membuat orang lain salah paham. “Karenanya tidak berlebihan dikatakan bahwa tata bahasa dan kosa kata merupakan elemen mendasar dari bahasa yang digunakan untuk menguasai empat keterampilan bahasa, yakni berbicara, mendengar, membaca, dan menulis (Depdiknas:2006).
Tenses dalam Bahasa Inggris perlu dipahami penggunaannya supaya bisa dengan mudah mengaplikasikannya. Dalam belajar Bahasa Inggris , kata kerja akan berubah sesuai dengan waktu yang dibicarakan. Hal inilah yang membuat peserta didik yang mempunyai bahasa ibu tidak sama dengan sistem Bahasa Inggris harus kerja keras dalam mempelajari pembentukannya. Continuous tense adalah salah satu tenses dalam Bahasa Inggris.

Dalam pembelajaran tenses, biasanya guru meminta peserta didik untuk mencatat struktur atau formula, memahami dan mengingatnya serta membuat contoh dalam kalimat sebagaimana strukturnya. Proses pembelajaran yang seperti itu dianggap peserta didik tidak menarik dan membosanka. Mereka cenderung tidak memperhatikan dan kurang memahami. Mereka juga merasa kesulitan untuk mengingat strukturnya. Sebagian besar peserta didik akan merasa kesulitan dalam mengekspresikan fikiran mereka dalam bentuk bahasa lisan dan tertulis dengan tata bahasa yang baik dan benar. Oleh karena itu perlu adanya pendekatan, metode, strategi ataupun media yang dapat membuat pembelajaran tenses menjadi lebih menarik dan menyenangkan.
Running Dictation, metode pilihan guru, yang digunakan untuk meningkatkan penguasaan Continuous Tense. Menurut Widiyanto (2005:5), Running Dictation merupakan kegiatan pembelajaran berkelompok yang berkontribusi positif kepada pencapaian tujuan pembelajaran. Running Dictation merupakan salah satu model pembelajaran berbasis game yang merangsang kemampuan reading, speaking, listening dan writing. Running Dictation itu sendiri merupakan metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif dalam mencari informasi materi pelajaran dengan cara berlari kemudian mendiktekannya kepada anggota kelompoknya. Mendiktenya berarti menyuruh menulis apa yang dibacakan atau diucapkan. Dalam Running Dictation ini peserta didik dilatih untuk memahami kalimat, mengingat strukturnya, mengkomunikasikan, dan menuliskannya.

Baca juga:   Google Form Jadi Solusi Buat Soal Ulangan Daring

Pada pembelajaran Continuous Tense ini, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing -masing terdiri dari 4 sampai 5 anak dan diberi nomor. Guru menyajikan teks atau paragraph dengan kosa kata dan kalimat berbentuk Continuous Tense yang telah dipelajari sebelumnya untuk masing-masing kelompok, dan didiktekan kepada peserta yang mendapatkan giliran. Walaupun kegiatan dilakukan berkelompok, setiap peserta didik akan mendapatkan giliran sebagai pendengar dan penulis. Peserta didik pertama akan mendengar kalimat continuos tense dari guru, kemudian dia membisikkannya kepada peserta didik kedua, dan dilakukan secara berantai sampai peserta didik terakhir yang mendapat tugas sebagai penulis akan menuliskan kalimat yang didengarnya. Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus dan bergantian sampai semua peserta didik mendapatkan giliran sebagai penulis dan pendengar, dan sampai semua kalimat dalam teks atau paragrap terselesaikan. Kelompok tercepat dan paling tepat paragrapnya adalah juaranya.

Pembelajaran Continuous Tense dengan Metode Running Dictation berhasil kami terapkan di tempat penulis mengajar di MTs. Mazro’atul Huda Karanganyar kabupaten Demak. Dengan metode ini, peserta didik menjadi lebih termotivasi, antusias, dan lebih mudah mengingat. Mereka belajar dua hal sekaligus, yaitu struktur kalimat dan pronunciation. Mereka juga menjadi terbiasa mengucapkan, menuliskan dan membedakan struktur kalimat Present, Past, dan Future Continuous Tense. (dar2/zal)

Baca juga:   Mengoptimalkan Pembelajaran Greeting melalui Lagu

Guru Bahasa Inggris MTs. Mazro’atul Huda Karanganyar, Kabupaten Demak

Author

Populer

Lainnya