Tingkatkan Minat Menulis Cerpen melalui Pengalaman Pribadi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Semua orang mengatakan kalau menulis itu mudah. Namun untuk bisa terampil menulis, tidak semua orang bisa. Karena keterampilan menulis itu perlu berlatih terus menerus. Pada dasarnya menulis itu merupakan suatu kegiatan menuangkan gagasan, pikiran, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis dan dapat dipahami oleh orang lain.

Ini sejalan dengan pendapat dari Imron Rosid (2014 :3) yang mengatakan bahwa menulis itu salah satu bentuk berpikir yang juga merupakan alat untuk membantu orang lain. Melalui sebuah tulisan, seseorang dapat mengungkapkan masalah yang dihadapi dan kadang tulisan dapat pula mewakili isi hati.

Terutama menulis cerpen pada materi teks cerpen di kelas IX semester 1, siswa merasa kesulitan dan bahkan merasa malas untuk mencoba menulis. Karena tidak semua anak suka dan mau membaca cerpen, apalagi untuk menulisnya. Jika diberi tugas ada saja alasannya. Kemungkinan siswa jarang membaca cerpen dan belum paham terhadap cerpen.
Cerpen merupakan salah satu karya tulis berbentuk prosa yang diangkat dari berbagai macam jenis kisah. Baik itu kisah nyata maupun kisah fiksi. Cerpen biasanya hanya memberikan kesan tunggal dan memusatkan fokus pada satu tokoh dan situasi saja yang penuh konflik, peristiwa dan pengalaman (Nurhayati, 2019: 116).

Baca juga:   Media Lingkungan Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi

Untuk mengatasi permasalahan siswa kesulitan menulis cerpen dan meningkatkan minat siswa untuk menulis cerpen, maka siswa perlu diajak menulis cerpen dari dasar melalui pengalaman pribadi siswa. Namun perlu diketahui dalam menulis cerpen tidak terlepas dari dua unsur yaitu, unsur intrinsik yang meliputi tema, tokoh, perwatakan, alur, latar, sudut pandang, amanat, dan unsur ekstrinsik berupa latar belakang penulis dan situasi atau kondisi saat cerpen tersebut ditulis. Di samping itu perlu memperhatikan pula struktur teks dan kaidah kebahasaannya.

Unsur ekstrinsik dari latar belakang penulis yaitu pengalaman pribadi, tentunya akan mempermudah anak untuk mengingat dan mengekspresikannya dalam tulisan. Tentunya masing-masing anak mempunyai pengalaman pribadi, ada yang menyenangkan juga ada yang mungkin menyedihkan.

Pengalaman pribadi adalah pengalaman yang pernah dialami oleh seorang individu yang melibatkan individu itu sendiri. Menurut banyak orang pengalaman pribadi merupakan guru yang paling berharga. Maka seseorang kadang sulit untuk melupakan pengalaman pribadi. Jadi sekiranya pengalaman pribadi dapat menginspirasi siswa untuk menuliskan cerita pendek. Cerita yang diambil dari kisah nyata yang dialami oleh siswa sendiri akan lebih mempermudah siswa sendiri dalam menulis cerpen. Sehingga mereka akan tumbuh minat untuk menulis cerpen dengan ide atau gagasan yang lebih kreatif.

Baca juga:   Media Audio-Visual (Video) Memudahkan Menulis Teks Prosedur

Dengan demikian tidak ada alasan lagi siswa yang diberi tugas menulis cerpen dan mereka sekarang suka menulis cerita pendek dari kegiatan sehari-hari yang mereka alami dengan gaya bahasa sendiri tanpa dibuat-buat.
Sebetulnya untuk menulis cerpen siapa pun bisa, namun siswa sering kurang percaya terhadap dirinya sendiri dan takut cerpennya ditertawakan temannya. Tetapi cerpen yang ditulis dari pengalaman pribadi dan dengan gaya bahasa sendiri membuat siswa lebih percaya diri dalam menulis cerpen. Hal ini sekaligus akan meningkatkan minat siswa menulis cerpen dan nantinya siswa bisa terampil dalam menulis cerpen. (dj2/ida)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 35 Semarang

Author

Populer

Lainnya