Penjumlahan Bilangan Bulat dengan Alat Peraga Sewa Kupu

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASIH banyak peserta didik yang kesulitan menyelesaikan operasi hitung bilangan bulat. Terutama operasi dasar hitung bilangan bulat meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Karena itulah, guru dituntut kreatif dan jeli dalam menentukan model pembelajaran serta penggunaan alat peraga.

Dengan alat peraga, peserta didik diharapkan bisa memahami konsep. Maka alat peraga yang digunakan, hendaknya menggunakan bahan–bahan yang dikenal oleh peserta didik dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Salah satu alat peraga sederhana yang bisa digunakan untuk memahami konsep penjumlahan bilangan bulat adalah Sewa Kupu. Alat peraga Sewa Kupu adalah singkatan dari Sedotan Warna Kuning dan Putih.

Dalam operasi hitung penjumlahan bilangan bulat setidaknya ada 4 dasar penjumlahan, pertama, bilangan bulat positif dijumlahkan dengan bilangan bulat positif misal: 5+8. Kedua, bilangan bulat positif dijumlahkan dengan bilangan bulat negatif misal : 5+(–8). Ketiga, bilangan bulat negatif dijumlahkan dengan bilangan bulat positif misal: –5+8. Keempat, bilangan bulat negatif dijumlahkan dengan bilangan bulat negatif misal: –5+–8. Ketika peserta didik memahami keempat dasar penjumlahan di atas, maka bisa dipastikan tidak akan kesulitan menyelesaikan soal–soal yang diberikan oleh guru.

Baca juga:   Asyiknya Praktek Salat di Rumah dengan Centang Manjur

Adapun langkah–langkah penggunaan alat peraga Sewa Kupu adalah, 1) dimisalkan sedotan warna kuning mewakili bilangan bulat positif dan sedotan warna putih mewakili bilangan negatif, misalkan –5+8 berarti ambil 5 buah sedotan berwarna putih dan 8 buah sedotan berwarna kuning. 2) Memasangkan sedotan berwarna kuning dan putih, dalam hal ini berarti terdapat 5 pasangan sedotan dan sisanya adalah 3 sedotan berwarna kuning. 3) Setiap pasang sedotan kuning putih dimisalkan bernilai nol dan sisa sedotan yang tidak memiliki pasangan adalah hasil penjumlahannya, maka hasil penjumlahan di atas adalah 3 (karena sisanya 3 buah sedotan berwarna kuning/positif).

Contoh berikutnya misalkan –5+(–8), karena kedua bilangan adalah bilangan bulat negatif, maka langkah yang ditempuh adalah mengambil 5 buah sedotan berwarna putih, kemudian mengambil lagi 8 buah sedotan berwarna putih. Karena sedotan yang diambil semua berwarna putih, maka tidak bisa dibuat pasangan. Sehingga sisa sedotan yang tidak memiliki pasangan ada 11 buah berwarna putih. Dengan demikian dapat disimpulkan hasil penjumlahannya adalah –11 (karena sisanya 11 buah sedotan berwarna putih/negatif).

Baca juga:   Supervisi Pengawas Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

Dari pengalaman penulis ternyata alat peraga Sewa Kupu ini sangat efektif dan efisien digunakan karena murah, mudah didapatkan dan bisa memperjelas konsep. Ini terbukti pada peserta didik kelas VIIA SMPN 1 Boja, sebelum menggunakan alat peraga Sewa Kupu, peserta didik cenderung pasif, kebingungan dalam memahami materi dan kesulitan menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru. Persentase ketuntasan belajar pun rendah. Dari 31 peserta didik, hanya 18 peserta didik yang mampu melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sehingga persentase ketuntasan belajar sangat rendah yaitu 56,25 persen. Setelah menggunakan alat peraga Sewa Kupu, peserta didik lebih antusias dan mudah memahami konsep materi yang dipelajari, persentase KKM meningkat menjadi 96,77 persen dengan rincian 30 peserta didik melampaui KKM dan hanya 1 peserta didik yang belum bisa mencapainya, sehingga perlu mendapatkan bimbingan secara individual. (dj2/ida)

Guru Matematika SMPN 1 Boja, Kabupaten Kendal

Author

Populer

Lainnya