Pembelajaran IPS Menyenangkan dengan Jigsaw dan Puzzle

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) selalu dikaitkan sebagai mata pelajaran (mapel) menghapal. Mulai nama-nama pahlawan, nama daerah, maupun periode sejarah. Ada banyak komponen yang mengharuskan siswa menghapalkan. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kurang mendapat kesempatan untuk berpikir kritis dalam menganalisis fenomena yang terjadi.

Penggunaan metode maupun strategi pembelajaran yang variatif, sesuai dengan mata pelajaran akan memberikan pengaruh positif untuk keberlangsungan pembelajaran, pengetahuan, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kenyataannya, metode pembelajaran yang digunakan dalam mapel IPS saat ini masih jauh dari kata kreatif, efisien, dan bervariatif sehingga membuat kemampuan siswa tidak terbarukan.

Bab IV Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan, harus dipahami dan dipetakan dengan sebaik dan sedetail mungkin. Karena itu, guru memiliki kewajiban membantu siswa, mempermudah memahami dan memetakan pemahamannya dengan detail sehingga siswa dapat mengkritisi fenomena yang berkaitan. Hal tersebut tidak terlepas dari metode maupun strategi pembelajaran yang efektif. Salah satu model pembelajaran yang diterapkan adalah metode pembelajaran Jigsaw dan puzzle.

Slavin (2010: 237) mengemukakan bahwa dalam Jigsaw, siswa bekerja dalam tim yang heterogen. Siswa diberikan tugas untuk membaca topik-topik berbeda yang harus menjadi fokus perhatian masing-masing tim saat membaca. Setelah siswa selesai membaca materi, perwakilan siswa berkumpul untuk mendiskusikan dan menjelaskan materi yang diampu. Setelah selesai mendapatkan materi yang berbeda perwakilan siswa kembali kepada setiap kelompok dan menjelaskan diskusi dan materi dari kelompok lain, selanjutnya siswa menerima penilaian mencakup poin dan skor kuis menjadi skor tim.
Sedangkan puzzle menurut Hadfield (1990:5) adalah pertanyaan-pertanyaan atau masalah yang sulit dimengerti atau dijawab. Permainan merupakan daya tarik yang efektif untuk menarik minat siswa, sehingga Jigsaw dan permainan puzzle merupakan metode berbantu permainan yang efektif karena dapat mengasah daya ingat dan melatih berpikir kritis.

Baca juga:   Peningkatan Hasil Belajar pada Materi Salat Jumat melalui Snowball Throwing

Adapun langkah-langkah pembelajaran Jigsaw dan permainan puzzle yang penulis terapkan di kelas VIII SMPN 1 Patean Kendal sebagai berikut, 1) siswa dibagi menjadi kelompok dengan berisikan 4-5 orang, seseorang menjadi ketua kelompok. 2) Siswa menyimak materi “kondisi masyarakat Indonesia pada masa penjajahan” yang akan dibuat permainan puzzle gambar masyarakat dan bangsa Belanda. 3) Ketua kelompok dari setiap kelompok maju ke depan untuk mengambil potongan puzzle. Setiap ketua yang maju disebut dengan kelompok ahli. 4) Masing-masing kelompok ahli kembali ke kelompok asal. 5) Ketua kelompok membagi potongan puzzle secara merata kepada anggotanya. 6) Setiap anggota kelompok asal memasang kembali potongan-potongan gambar menjadi bentuk semula. 7) Setelah potongan gambar terpasang, masing-masing anggota kelompok asal berdiskusi untuk menjawab pertanyaan yang ada di balik gambar. 8) Masing-masing kelompok ahli maju ke depan untuk mempresentasikan hasilnya. 9) Kelompok lain menanggapi presentasi tersebut. 10) Guru menentukan kelompok terbaik berdasarkan kecepatan dan ketepatan merangkai puzzle dan hasil diskusi setiap kelompok. 11) Siswa bersama guru mengambil kesimpulan. 12) Siswa mengisi angket mengenai pembelajaran tersebut.

Baca juga:   Belajar Kehidupan Masa Praaksara dengan Tabel

Setelah pembelajaran selesai, penulis mengumpulkan hasil belajar dan tanggapan siswa mengenai tingkat kebahagiaan menggunakan metode tersebut dan hasil jawaban siswa adalah 95 persen siswa menyukai pembelajaran menggunakan Jigsaw dengan permainan puzzle karena dirasa sangat memudahkan pemahaman dan meningkatkan keaktifan siswa. (dj2/ida)

Guru IPS SMPN 1 Patean Kendal

Author

Populer

Lainnya