Kreativitas Belajar Kimia dengan Pendekatan Chemoentrepreneurship

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Konsep pendekatan Chemoentrepreneurship adalah suatu pendekatan pembelajaran kimia yang kontekstual. Yaitu dikaitkan dengan objek nyata sehingga selain dididik, siswa dapat mempelajari proses pengolahan suatu bahan menjadi produk yang bermanfaat. Bernilai ekonomi dan menumbuhkan semangat berwirausaha sehingga penggunaan pendekatan Chemoentrepreneurship pada mata pelajaran kimia akan lebih menyenangkan dan memberi kesempatan siswa untuk mengoptimalkan potensinya agar menghasilkan suatu produk (Murachman, B, dalam Supartono, 2006b: 3).
Namun inti dari pendekatan Chemoentrepreneurship bukan membentuk siswa menjadi seorang wirausahawan atau pedagang, tetapi dengan pembelajaran dengan pendekatan Chemoentrepreneurship diharapkan menumbuhkan semangat/jiwa kewirausahaan bagi siswa dalam proses belajar mengajar.

Pendekatan pembelajaran kimia Chemoentrepreneurship juga memberi peluang kepada siswa untuk dapat mengatakan dan melakukan sesuatu. Jika pendekatan pembelajaran Chemoentrepreneurship diaplikasikan, maka siswa dapat mengingat lebih banyak konsep atau proses kimia yang dipelajari. Dampak dari penerapan Chemoentrepreneurship ini menjadikan belajar kimia bermakna, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal demikian sesuai kerucut pengalaman belajar bahwa siswa belajar 10% dari yang dibaca, 20% dari yang didengar, 30% dari yang dilihat, 50% dari yang dilihat dan didengar, 70% dari yang dilakukan, dan 90% dari yang dilakukan dan dikatakan.

Baca juga:   Metode Talking Stick Tingkatkan Belajar Bahaya Narkoba

Dalam pembelajaran kimia di SMA Negeri 1 Karangrayung dengan menggunakan pendekatan Chemoentrepreneurship merupakan salah satu pembelajaran yang memdukung program sekolah bidang pendidikan kewirausahaan yang menjadi program SMA plus di SMA Negeri 1 Karangrayung.

Pendekatan Chemoentrepreneurship siswa diberi kesempatan untuk mempelajari konsep-konsep dan proses kimia yang melandasi terjadinya suatu produk atau fenomena-fenomena alam termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi proses kimia tersebut. Sehingga mereka mendapatkan kesimpulan yang bermakna. Simpulan yang bermakna ini dapat berupa produk-produk baru yang bermanfaat, atau teknologi-teknologi yang terkait.

Pada pembelajaran kimia misalnya pada meteri sistem koloid siswa diberi konsep sifat koloid, pembuatan koloid, kemudian mempraktikkan membuat contoh koloid yang siswa ketahui dalam dalam kehidupan sehari hari. Misalnya pembuatan es cream, pembuatan susu kedelai, pembuatan selai buah waluh, pembuatan cake/roti, pembuatan puding, pembuatan telur asin yang lebih cepat, pembuatan sabun mandi, dan lain lain.

Dalam praktik siswa membentuk kelompok dengan jumlah anggota 3 sampai 4 orang. Sebelum mempraktikkan siswa di harapkan browsing resep- resep yang ada di internet lengkap dengan kebutuhan modal yang harus disediakan dan langkah-langkah pembuatannya. Produk dari hasil praktik tersebut di kemas dan jual oleh siswa kepada teman-temannya atau kepada ibu guru. Dari hasil praktik itu siswa diharapkan mampu menghasilkan suatu produk yang layak jual dengan memperoleh keuntungan yang dapat digunakan sebagai tambahan penghasilan.

Baca juga:   Mind Mapping, Belajar Stoikiometri Kimia lebih Berwarna

Dari pembelajaran dengan pendekatan tersebut diharapkan bisa menumbuhkan jiwa kewirausahaan atau entrepreneurship pada diri siswa dan merasakan manfaatnya dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini bisa penulis amati yang dibuktikan dengan antusiasnya siswa dalam melaksanakan praktik di sekolah. Mereka berlomba-lomba menghasilkan produk yang terbaik dan menarik dalam penyajiannya. Juga banyak inovasi atau varian produk yang dihasilkan. Pendekatan Chemoentrepreneurship juga dirasa sangat tepat digunakan pada pembelajaran masa pandemi ini. Hal ini sebagai kegiatan yang bermakna yang bisa dilakukan di rumah bersama keluarga. Banyak cara untuk membuat pembelajaran kimia lebih menarik dan berasa kemanfatannya. (gm2/lis)

Guru Kimia SMA Negeri 1 Karangrayung, Grobogan

Author

Populer

Lainnya