Video Demonstrasi Tingkatkan Motivasi Belajar selama Pandemi Covid-19

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Upaya pemerintah, salah satunya menerapkan imbauan kepada masyarakat agar melakukan physical distancing yaitu imbauan untuk menjaga jarak di antara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Kebijakan Work From Home (WFH) merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru, seperti materi pelajaran produktif yang 70 persen adalah praktek, tetapi dengan adanya pembelajaran jarak jauh sehingga materi dapat dibuat dengan membuat video pembelajaran yang dapat dan mudah dimengerti siswa untuk mudah dipraktekannya. Maka yang digunakan adalah Metode Pembelajaran Demonstrasi.
Metode demonstrasi menurut Mulyani Sumantri dan Johar Permana (2001:133), diartikan sebagai cara penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari baik dalam bentuk sebenarnya maupun dalam bentuk tiruan yang dipertunjukkan oleh guru atau sumber belajar lain yang memahami atau ahli dalam topik bahasan yang harus didemonstrasikan. Kelebihan metode demonstrasi adalah, 1) perhatian peserta didik akan lebih terpusat pada apa yang didemonstrasikan, jadi lebih terarah dan akan mengurangi perhatian peserta didik pada masalah lain. 2) Merangsang siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti proses belajar. 3) Dapat membantu siswa ingat lebih lama tentang materi yang disampaikan. 4) Mengurangi kesalahpahaman karena pengajaran lebih jelas dan konkret.

Baca juga:   Berkenalan dengan Punakawan secara Daring melalui Tepuk

Hal tersebut memberikan dampak yang positif bagi anak dalam memanfaatkan teknologi. Anak cenderung menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran untuk menyelesaikan tugas guru. Ini akan menghindarkan dari penggunaan gadget pada hal yang kurang bermanfaat atau negatif. Mata pelajaran Pelayaran Kapal Perikanan diberikan pada kelas XII Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI) semester ganjil tahun pelajaran 2020 / 2021 belajar membuat garis haluan yang aman bagi pelayaran tanpa mengganggu alur pelayaran, sehingga tujuan pelayaran dapat dicapai dengan tepat dan benar. Para ahli pelayaran mengatakan “bahwa sesungguhnya kapal berlayar sebenarnya diatas peta”. Maksudnya adalah semua perencanaan pelayaran telah direncanakan pada peta mulai dari tempat tolak sampai ke tempat tiba dengan selamat, aman dan tepat waktu. Adanya pandemi Covid-19, guru berinisiatif membuat video pembelajaran untuk dijadikan pembelajaran dan dapat dipraktekkan siswa dengan peralatan yang tersedia di rumah, walaupun tanpa menggunakan peta laut. Penerapannya nanti harus menggunakan peta laut. Paling tidak, siswa sudah dapat membuat dan mempraktekan secara langsung pada buku/kertas. Bukan tidak mungkin ada berbagai kendala yang dihadapi dan dialami siswa dalam mempraktekannya di rumah, tetapi ada komunikasi dan tanya jawab lewat WAG sehingga siswa lebih aktif dan berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran. (ips2.1/ida)

Baca juga:   Belajar Konsep Reduksi - Oksidasi secara Mandiri dengan Chemondro Redoks

Guru NKPI SMK Negeri 3 Tegal dan email susikristianingsih504@gmail.com

Author

Populer

Lainnya