Mind Mapping Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran di SMP yang membutuhkan banyak pemahaman. Ada empat bidang ilmu, yaitu geografi, ekonomi, sejarah, sosiologi dalam IPS. Banyak materi yang membuat siswa lebih banyak menghafal daripada memahami apa yang ia pelajari. Metode pembelajaran ceramah diakhiri penugasan membuat siswa cenderung bosan dan beraktivitas sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas guru untuk membuat kondisi pembelajaran yang menyenangkan, menarik dan bermakna.

Proses pembelajaran IPS di SMP Negeri 31 Semarang masih belum maksimal. Hal ini dibuktikan dengan hasil belajar siswa rata-rata di bawah KKM (75). Untuk mengatasi hal tersebut, guru berusaha lebih kreatif dalam proses pembelajaran, diperlukan variasi pembelajaran, di antaranya dengan mind mapping untuk materi kelas 9 yaitu Perubahan Sosial Budaya. Model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping pada hakikatnya adalah salah satu pengembangan model pembelajaran kooperatif yang memanfaatkan otak sebagai pusat pemerolehan informasi oleh siswa dengan cara memetakan pemikirannya terhadap informasi yang terdapat pada materi yang sedang dipelajari dan yang telah dipelajari/diingat sebelumnya sehingga siswa dapat dengan mudah memahami materi yang sedang dibahas.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar IPS dengan Tutor Sebaya

Mind mapping merupakan suatu teknik grafik yang sangat ampuh dan menjadi kunci yang universal untuk membuka potensi dari seluruh otak, karena menggunakan seluruh keterampilan yang terdapat pada bagian neo-korteks dari otak atau yang lebih dikenal sebagai otak kiri dan otak kanan. Ditinjau dari segi waktu, mind mapping juga dapat mengefisienkan penggunaan waktu dalam mempelajari suatu informasi.

Hal ini utamanya disebabkan karena mind mapping dapat menyajikan gambaran menyeluruh atas suatu hal, dalam waktu yang lebih singkat. Dengan kata lain, mind mapping mampu memangkas waktu belajar dengan mengubah pola pencatatan linear yang memakan waktu menjadi pencatatan yang efektif yang sekaligus langsung dapat dipahami oleh individu.

Menurut Johan (Mahmuddin, 2009:4), bahwa langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe mind mapping yaitu, 1) menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, 2) guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban, 3) membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang, 4) tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi, 5) tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru, dan 6) dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru.

Baca juga:   Belajar Semangat Komitmen Pendiri Negara melalui Action Learning

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan mind mapping secara step by step, akan memudahkan seseorang/peserta didik untuk memahami dan mengingat materi pembelajaran yang tersaji dalam bentuk Mind Mapping karena dibuat dengan sangat menarik.

Kelebihan dari metode mind mapping (Peta Pikiran) karena model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping melibatkan kedua sisi otak yaitu menggunakan gambar, warna, dan imajinasi (wilayah otak kanan) bersamaan dengan kata, angka, logika (wilayah otak kiri) sehingga, belajar akan menjadi lebih menyenangkan, memacu kreativitas, pemahaman dan daya ingat siswa. Bahkan, dengan menerapkan mind mapping, nilai siswa kelas 9 materi Perubahan Sosial Budaya ada peningkatan, yaitu rata-rata sudah memenuhi KKM (75). Hal ini dapat dijadikan referensi bagi guru IPS untuk menggunakan metode pembelajaran mind mapping. (ips2.1/ida)

Guru IPS SMP Negeri 31 Semarang

Author

Populer

Lainnya