Menulis Cerpen Mudah dengan Lingkungan Tempat Tinggal

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN bahasa Indonesia di SMP menekankan pembelajaran berbasis teks. Dalam pembelajaran berbasis teks, diajarkan bukan sekedar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang mengemban fungsi untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis. Keterampilan berbahasa memiliki empat komponen, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan tulisan (menurut Nurudin, 2007:4). Dengan keterampilan menulis, peserta didik mampu menuangkan pikiran pada tulisan untuk menghasilkan satu karya.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di kelas IXA SMPN 20 Semarang menemukan beberapa permasalahan yang muncul saat pembelajaran. Salah satunya keterampilan menulis cerpen yang masih rendah. Hal ini disebabkan beberapa faktor, 1) peserta didik sulit untuk berkonsentrasi. 2) Peserta didik kesulitan menentukan masalah/konflik dalam penulisan cerpen. 3) Peserta didik kurang minat dan menganggap menulis cerpen itu sulit. 4) Bahan ajar, metode, dan media pembelajaran yang kurang tepat.
Cerpen benar-benar hasil rekaan pengarang. Namun sumber cerita yang ditulis berdasarkan kenyataan kehidupan. Berdasarkan kenyataan kehidupan yang ada di sekeliling peserta didik, maka media lingkungan tempat tinggal merupakan alat yang tepat untuk mengatasi persoalan yang muncul saat pembelajaran menulis cerpen. Permasalahan yang ada di lingkungan tempat tinggal, akan memudahkan peserta didik untuk mendata masalah-masalah yang muncul dan mendata informasi yang diperlukan dalam menulis cerpen. Penerapan media ini, merupakan upaya untuk melatih keterampilan peserta didik dalam menulis cerpen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memudahkan peserta didik dalam pembelajaran menulis cerpen.
Menurut Kosasih (2012:34), cerpen merupakan cerita yang menurut wujud fisiknya berbentuk pendek. Ukuran panjang pendeknya suatu cerita memang relatif. Pada umumnya cerpen merupakan cerita yang habis dibaca sekitar sepuluh menit sampai tiga puluh menit. Dilihat dari jumlah katanya sekitar 500 sampai dengan 5000 kata sehingga cerita pendek sering diungkapkan dengan cerita yang dapat dibaca dalam sekali duduk.
Langkah-langkah yang dilakukan peneliti untuk pembelajaran di luar kelas adalah sebagai berikut, 1) menyusun RPP menulis cerpen dengan media lingkungan tempat tinggal. 2) Mengajak peserta didik untuk mengingat dan mendata permasalahan yang muncul yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggal. 3) Membagi peserta didik menjadi 8 kelompok. 4) Menyiapkan LK Peserta didik. 5) Peserta didik mengelompokkan data yang ada. 6) Peserta didik memilih dan merangkai serta mengembangkan menjadi sebuah karya cerpen yang menarik. 7) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil karya cerpen ke depan kelas dan kelompok yang lain mendengarkan serta memberikan pujian dan masukan kepada kelompok tersebut. 8) Masing-masing kelompok merevisi hasil karya cerpen dari masukan kelompok lain. 9) Langkah akhir guru bersama peserta didik membuat kesimpulan. Dengan langkah-langkah tersebut, peserta didik tidak merasa terbebani dan merasa senang saat pembelajaran menulis cerpen. Dengan demikian, maka menggunakan media lingkungan tempat tinggal memudahkan peserta didik dalam menulis cerpen. (ips2/ida)

Baca juga:   Baper Memotivasi Siswa Belajar Konsep Interaksi dalam Ekosistem

Guru SMP Negeri 20 Semarang

Author

Populer

Lainnya