Asyiknya Pembelajaran IPA dengan Praktikum

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tugas penting yang diupayakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, meningkatkan hasil belajar dan keaktifan belajar siswa. Guru dituntut mampu melaksanakan tugas melalui cara yang kreatif, konstruktif dan inovatif.

IPA Terpadu merupakan pelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari penting untuk dipelajari dan dikuasai. Pembelajaran IPA Terpadu pada sekolah menengah pertama perlu dikemas dalam proses pembelajaran yang menarik. Guru diharapkan dapat menggunakan variasi berbagai model pembelajaran. Upaya meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar pada mata pelajaran IPA Terpadu memerlukan pendekatan pembelajaran yang mendukung upaya tersebut. Suatu pendekatan yang kondusif bagi upaya pemahaman dan aktivitas belajar yang dapat dilaksanakan oleh guru adalah pembelajaran dengan metode praktikum. Cara penyampaian bahan pelajaran dengan memberikan kesempatan berlatih kepada siswa untuk meningkatkan ketrampilan sebagai penerapan bahan pengetahuan yang telah mereka pelajari.

Praktikum bentuk kerja praktik disesuaikan dengan tujuan agar siswa terlibat dalam pengalaman belajar yang terencana dan berinteraksi dengan peralatan untuk mengobservasi serta memahami fenomena. Metode praktikum dapat dilakukan kepada siswa setelah guru memberikan arahan, aba-aba, petunjuk untuk melaksanakannya.

Baca juga:   Belajar IPA Menyenangkan dengan Index Card Match

Kegiatan ini berbentuk praktik dengan mempergunakan alat-alat tertentu. Guru melatih keterampilan siswa dalam menggunakan alat-alat serta hasil dicapai. Guru menggunakan objek, membantu siswa melakukan percobaan. Siswa belajar merasa lebih senang menikmati yang telah dipelajarinya dan tidak merasa bosan atau jenuh. Terkadang waktu jam pelajaran sudah habis, mereka merasakan sangat cepat berlangsungya pelajaran. Berbeda dengan pembelajaran yang abstrak atau teori yang berlangsung di ruang kelas. Siswa merasa jenuh bahkan bosan. Tapi kalau pembelajaran dengan praktikum, mereka mandiri dan memiliki tanggung jawab. Siswa merasa dipercaya oleh guru untuk melakukan yang telah ditugaskan.

Kegiatan ini berbentuk praktik mempergunakan alat-alat tertentu, melatih ketrampilan siswa dalam penggunaan alat-alat serta hasil dicapai mereka. Sikap ilmiah dicapai dengan melaksanakan kegiatan yang bersifat mandiri dan tidak perlu dikontrol ketat oleh guru. Nilai intelektual dapat dicapai dengan banyak latihan di laboratorium dengan prosedur ilmiah. Nilai emosional, rasa ingin tahu, kreativitas, tidak putus asa pada waktu gagal dapat dikembangkan dalam kegiatan laboratorium secara bebas.

Baca juga:   Tingkatkan Keterampilan Menulis Teks Narrative Bahasa Inggris melalui Teknik Cloze Procedure

Praktikum membangkitkan motivasi belajar, mengembangkan ketrampilan dasar melakukan eksperimen, wahana belajar pendekatan ilmiah, menunjang materi pelajaran. Dalam pelajaran biologi dapat membentuk ilustrasi bagi konsep dan prinsip biologi. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Guru dalam metode pembelajaran ini lebih berperan sebagai fasilitator. Berfungsi sebagai penghubung ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan siswa. Pada hakikatnya praktikum dalam pembelajaran, tercipta sebuah interaksi yang lebih luas, dan komunikasi yang dilakukan oleh guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. (ips2/ton)

Guru IPA SMP Negeri 1 Kaliwungu

Author

Populer

Lainnya