Penguasaan Sistem Koordinasi dengan Mengefektifkan E-learning

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BERDASARKAN KD 3.10, peserta didik kelas XI SMA semester 2 diharapkan mampu menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun organ pada sistem koordinasi (saraf, hormone dan alat indera) dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi dan regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem koordinasi manusia. Namun kenyataannya, salah satu kelas dimana penulis mengajar yakni kelas XI MIPA 7 SMA Negeri 2 Semarang masih mengalami kesulitan dalam menguasai konsep–konsep biologi. Hal ini ditunjukkan dari analisis hasil ulangan yang masih ditemukan 30 persen peserta didik dengan nilai di bawah KKM. Dengan demikian, diperlukan strategi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Selanjutnya, penulis mencoba memanfaatkan keterampilan ber-internet untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan prestasi hasil belajar yang lebih dikenal sebagai e-learning. Pemberdayaan kemampuan berinternet peserta didik diawali dari kemampuan penulis berinternet sebagai motif pembelajaran dan pembimbingan peserta didik dengan menjadikan internet (e-learning) sebagai media pembelajaran, alat pendukung belajar berpusat pada peserta didik, dan mendesain pembelajaran. Ketiga fungsi pemanfaatan internet ini dipersiapkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran yang dikelola penulis.
Secara umum, kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan internet untuk pembelajaran (E-learning) dapat dikelompokkan menjadi 4 tahap, yaitu, perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan, penulis menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan yang direncanakan. RPP ini meliputi peyusunan indikator pencapaian kompetensi (IPK), materi pembelajaran, menyusun langkah-langkah pembelajaran, menyiapkan media pembelajaran, lembar kegiatan peserta didik (LKPD), dan instrumen evaluasi sesuai KD Sistem Koordinasi. Setelah RPP disusun, tahap persiapan dilakukan. Pada tahap ini, penulis menyiapkan soft file bahan pembelajaran untuk diunggah ke sistem aplikasi pembelajaran online. Soft file tersebut meliputi materi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar untuk belajar mandiri, lembar kegiatan peserta didik (LKPD) dilengkapi dengan pertanyaan pembimbing untuk menemukan konsep sampai mengeksplorasi proses berfikir peserta didik, latihan soal untuk membimbing peserta didik belajar mandiri (pada intrumen ini sebaiknya dilengkapi dengan perintah untuk membuat rangkuman permasalahan dan hal yang igin diketahui peserta didik), instrumen evaluasi sesuai dengan indikator pencapaian yang dibahas, penetapan alokasi waktu untuk pembelajaran yang sesuai jadwal yang direncanakan, pembentukan group kelas pada aplikasi on line seperti quipperschool, edmodo, atau teams untuk pembelajaran mandiri baik untuk proses pembelajaran, pengumpulan hasil pekerjaan peserta didik/kelompok, serta ulangan harian.

Baca juga:   Video Interaktif Tingkatkan Antusiasme Belajar Bola Voli

Selanjutnya tahap pelaksanaan. Pada tahap ini, penulis menerapkan ketiga fungsi internet dalam pembelajaran yaitu sebagai media pembelajaran, alat pendukung belajar berpusat pada peserta didik, dan mendesain pembelajaran atau model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dengan menerapkan desain pembelajaran yang matang yakni Constructivisme (membangun pemahaman konsep), Cooperative Learning (bekerja dalam kelompok heterogen untuk menyelesaikan tujuan bersama), Problem Based Learning (PBL) atau penyelesaian masalah melalui diskusi kelompok untuk dapat mencari dan mendiskusikan informasi secara autonom dan dapat dipertanggungjawabkan. Presentation atau penyampaian informasi pengetahuan yang diperoleh dari proses belajar, reflection yakni me-review proses pembelajaran yang dilakukan serta peserta didik mencatat apa yang telah dipelajarinya.

Untuk mengakhiri proses pembelajaran e-learning, tahap evaluasi dilakukan. Pada tahap ini, efektivitas dan hasil pembelajaran dievaluasi. Kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran sistem koordinasi dengan e-learning. Dan diperoleh data bahwa hasil penguasaan materi sistem koordinasi dengan mengefektifkan e-learning meningkatkan prestasi peserta didik dan meningkatkan minat serta keaktifan belajar peserta didik. (on2/ida)

Baca juga:   Belajar Cara Perkembangbiakan Tumbuhan dengan Kooperatif Tipe Jigsaw Tingkatkan Kreativitas dan Hasil Belajar

Guru SMAN 2 Semarang

Author

Populer

Lainnya