Menggambar Lebih Pede dengan Penerapan COD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran menggambar dengan strategi kurang sesuai dengan kompetensi peserta didik di SMP Negeri 15 Surakarta, sangat tidak menarik, monoton dan membosankan bagi peserta didik. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik semakin tidak bisa menggambar.

Karena itulah, penulis menerapkan Contoh dan Demonstrasi (COD) sebagai upaya peningkatan rasa ketertarikan dan perbaikan minat kemampuan menggambar dan keahlian peserta didik. Dalam usaha menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan keterampilan memberi contoh pada pembelajaran dan keterampilan saat mengajar. (Mulyasa:2005) COD yang dilakukan oleh guru mata pelajaran seni budaya, dianggap sesuai dalam pembelajaran guru memberikan ilustrasi tindakan langsung memberi contoh dan demontrasi menampilkan keahliannya membuat karya seni gambar/menggambar di hadapan peserta didik.

Pembelajaran mencakup kejadian-kejadian yang dimuat, dibuat guru dengan tujuan ditiru dalam bentuk gambar, program radio, televisi, film maupun kombinasi dari bahan-bahan tersebut (Gagne dan Briggs, 1979). Pembelajaran COD membuat peserta didik mengetahui proses membuat gambar secara langsung dari guru seni budaya khususnya bidang seni rupa, dari proses penuangan ide, sketsa awal, teknik awal, menggambar sampai proses penyelesaian finishing terakhir penyajian. Peserta didik melihat betapa gurunya ternyata memiliki keahlian jauh di atasnya, sehingga guru dianggap ”gagah” layak memberi pembelajaran oleh peserta didik tidak cuma sebatas memberi teori saja.

Baca juga:   Membangun Sikap Proaktif-Antisipatif Penularan Penyakit melalui Pembelajaran Biologi Kontekstual

Hal ini memberi dampak luar biasa bagi peserta didik dalam proses mendalami kemampuan dan menambah keahlian menggambarnya. Sebagai pengajar, bisa menunjukkan kemampuan teknik secara detail, spesifik kekurangan kemampuan tiap peserta didik. Karena kesulitan tiap peserta didik berbeda. Tapi dengan metode COD, sangat efektif mengatasi permasalahan ini. Peserta didik dapat langsung melihat, guru langsung menggambar, interupsi ketika tidak bisa, gurupun seketika itu bisa berhenti menggambar, pindah ke tempat siswa yang mengalami kesulitan. Dengan begitu, terjadi interaksi komunikasi pemindahan ilmu dari guru kepada peserta didik secara efektif.

Antonius Gentur (siswa kelas 8H SMP Negeri 15 Surakarta) berujar, “Saya senang dengan COD yang diajarkan guru seni budaya, ini saya sekarang senang menggambar, bisa menggambar dengan mudah, dan percaya diri (pede) serta merasa puas karena nilai menggambar saya jadi lebih baik, dari sebelumnya.

COD yang dipakai guru seni budaya di SMP Negeri 15 Surakarta sangat efektif meningkatkan kemampuan peserta didik dalam keahlian menggambar, menunjukkan ada peningkatan berdasarkan nilai tugas membuat gambar. Peserta didik mengalami peningkatan kemampuan menggambar dan semakin pede hal ini ditandai dengan bertambahnya nilai peserta didik. Memperhatikan penjelasan teknik menggambar yang mengalami perkembangan signifikan. Siswa mampu menerapkan tugas yang diberikan guru seni budaya tanpa bantuan dari guru pengajarnya lagi.

Baca juga:   Penanaman Nilai Karakter melalui Ramadan Star

COD dapat diterapkan secara bergantian dengan metode lain agar peserta didik dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan efektif. Pada pelajaran yang mengandung unsur keterampilan menggambar peserta didik akan berusaha menemukan hasil yang lebih baik dalam berkarya dan berekspresi membuat gambar dengan kepercayaan diri yang lebih (pede), mereka memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang bervariasi terutama menerapkan contoh yang mereka tiru. Yakni, yang telah disampaikan guru seni budaya yang berdemontrasi memberi contoh didepan mereka.

Komunikasi antara guru dan peserta didik selama pembelajaran berlangsung meningkat menjadi sangat baik. Usaha guru membantu peserta didik mengatasi rasa tidak mampu menggambar, memecahkan masalah merasa tidak bisa menggambar,ketika mengerjakan tugas menggambar sehingga peserta didik merasa lebih pede (percaya diri) meningkat dan berkembang mendapat nilai lebih baik. (ips2.1/ida)

Guru SMP Negeri 15 Surakarta

Author

Populer

Lainnya