Manajemen Kepala Sekolah di New Normal Pendidikan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pasal 15 Permendikbud nomor 6 tahun 2018 menyebutkan bahwa salah satu tugas pokok kepala sekolah adalah manajerial. Kepala sekolah sebagai key person harus berada di garda terdepan dalam menggerakkan warga sekolah, mencairkan visi misi sekolah dengan tindakan maupun ide gagasan baru yang kreatif dan inovatif.

Berdasarkan pengalaman penulis yang menjabat kepala sekolah di SD N 1 Brangsong, Kendal, Jawa Tengah adanya pandemi covid-19 saat ini juga berimbas pada penyelenggaraan pendidikan tanpa tatap muka. Kenyataannya model pembelajaran daring yang telah dilaksanakan di awal pandemi masih belum maksimal hasilnya. Berbagai kendala dari siswa yang mengeluhkan sebagian belum terekrut dalam grup paguyuban kelas, kepemilikan HP andorid yang belum merata, kurangnya kepedulian orang tua dalam mendampingi belajar di rumah maupun banyaknya wali murid yang kesulitan dalam memahami pembelajaran jarak jauh. Sementara pihak guru juga mengeluhkan keterbatasan paket data, kurangnya pemahaman aplikasi pembelajaran jarak jauh, dan sulitnya menyiapkan administrasi pembelajaran. Sebagian guru dalam memberikan tugas juga kurang memetakan capaian hasil pembelajaran, administrasi dan asesment masih banyak yang timpang, dan masih banyak siswa yang tidak mengumpulkan tugas karena mis-komunikasi sementara kepala sekolah juga kesulitan dalam mengukur kinerja guru. Ketimpangan inilah yang menjadikan kegiatan belajar mengajar daring kurang maksimal.

Baca juga:   Permasalahan Guru dalam Pembelajaran IPS

Berangkat dari berbagai temuan tersebut maka selaku kepala sekolah dengan dimulainya tahun ajaran baru ini melalui tugas pokok dan fungsinya harus mengubah mindset untuk memecahkan permasalahan. Alur kerja yang digunakan oleh penulis adalah dengan metode Coaching Grow Me.

Pengalaman praktik baik yang sudah dilakukan di SD N 1 Brangsong adalah sebagai berikut : 1) Review kurikulum. Adamya pandemi Covid-19 mau tidak mau memberikan warna yang berbeda pada pengimplementasian kurikulum sekolah. Utamanya pada perubahan pola manajemen sekolah, penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan pola supervisi oleh Kepala Sekolah.

2) Rencana kerja tahunan. Kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun ini disusun dan direncanakan berdasarkan analisis SWOT dari EDS (evaluasi diri sekolah) tahun lalu. Dalam RKT ini juga merencanakan penggalian dan pengalokasian anggaran keuangan sekolah.

3) Membentuk tim sukses. Agar program yang direncanakan dapat berhasil dengan baik dibutuhkan peran dan kerjasama dari seluruh warga sekolah. Perlu dibentuk tim sukses yang terdiri dari orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

4) Komitmen dan keteladanan. Kepala sekolah harus mengubah mindset untuk melayani dan mengayomi tidak hanya menyusun program tetapi ikut telibat dalam kegiatan dengan selalu membersamai dan mendukung. Inilah bentuk komitmen dan keteladanan kepala sekolah.

Baca juga:   Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter bagi Siswa

5) Monitoring dan evaluasi. Dengan masuk di setiap grup paguyuban kelas kepala sekolah dapat memantau aktifitas guru, siswa dan wali murid setiap harinya, sewaktu-waktu kepala sekolah dapat memberikan masukan atau penguatan apabila ada miskomunikasi dalam kegiatan belajar mengajar dari rumah maupun bentuk pembelajaran jarak jauh. Selanjutnya setiap akhir bulan kepala sekolah bersama guru mengagendakan rapat menindaklanjuti temuan dan merencanakan kegiatan selanjutnya, penghargaan dan apresiasi bagi guru atau tim. (dj1/ton)

Kepala SD Negeri 1 Brangsong, Kendal

Author

Populer

Lainnya