Alat Peraga Bangun Ruang Sisi Datar Meningkatkan Hasil Belajar

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar merupakan suatu proses usaha sadar yang dilakukan oleh individu untuk suatu perubahan dari dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak memiliki sikap menjadi bersikap benar. Dari tidak terampil menjadi terampil melakukan sesuatu. Dalam teori belajar kognitif (yang berarti berfikir) yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi. Dalam proses pembelajaran lebih menghendaki pada pengertian daripada hafalan.

Pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar kelas VIII semester II, pada umumnya merupakan materi yang sulit dipahami oleh peserta didik. Hal ini ditunjukkan masih rendahnya tingkat pemahaman dan dan ketuntasan hasil belajar. Belum tuntasnya hasil belajar siswa tersebut antara lain pertama, pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru belum sesuai dengan materi yang diberikan. Sering menggunakan metode ceramah.

Kedua, materi bangun ruang sisi datar merupakan materi yang abstrak, oleh karena itu diperlukan cara pembelajaran yang realistis yang dapat diterima oleh peserta didik. Ketiga, penggunaan alat peraga belum optimal.

Pembelajaran materi bangun ruang sisi datar yang selama ini hanya mengandalkan hafalan rumus-rumus saja berakibat siswa kurang terampil dalam mengerjakan soal-soal latihan sehingga hasilnya masih kurang mencapai ketuntasan yang ditetapkan.

Guru dituntut menggunakan alternatif model pembelajaran yang bervariasi dan sesuai untuk materi bangun ruang sisi datar dsehinga dapat menggugah peserta didik menjadi proaktif dalam proses pembelajaran.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat dengan Kerikil

Manurut Sutikno (2005) pemanfaatan alat peraga sebagai media pembelajaran, antara lain pertama, pembelajaran menggunakan alat peraga akan lebih menarik perhatian peserta didik, sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.

Kedua materi pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dapat dipahami peserta didik. Ketiga metode mengajar akan lebih bervariasi, sehingga peserta didik tidak bosan atau jenuh dengan metode mengajar yang monoton. Keempat, peserta didik menjadi lebih senang melakukan kegiatan belajar seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan. Menurut Dick & Reiser dalam Sutikno (2005) pembelajaran efektif adalah suatu pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk belajar ketrampilan spesifik, ilmu pengetahuan dan sikap serta yang membuat peserta didik senang. Kegiatan mengajar matematik kelas VIII SMP Negeri 32 Semarang pada materi bangun ruang sisi datar, menggunakan alat peraga model bangun ruang sisi datar sebagai media pembelajaran untuk menghitung luas permukaan kubus, balok, prisma dan limas.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: pertama, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Kedua, kelas dibagi menjadi kelompok-kelompok yang heterogen, laki-laki dan perempuan serta tingkat kepandaian yang berbeda, setiap kelompok terdiri dari 4 anak agar lebih efektif dalam bekerja sama.
Ketiga, setiap kelompok sudah siap dengan alat peraga masing-masing. Dengan alat peraga, peserta didik akan tertarik dan senang sehingga dapat menumbuhkan minat belajar. Alat peraga sudah dibuat oleh peserta didik sendiri sebelumnya, meskipun dalam bentuk yang sederhana dan murah. Dengan dihadapkan pada benda-benda yang konkret atau nyata, peserta didik dapat memahami materi bangun ruang sisi datar lebih mudah. Keempat, guru memberikan penjelasan dan langkah-langkah yang harus dikerjakan masing-masing kelompok. Setiap kelompok berdiskusi untuk menemukan rumus luas permukaan kubus, balok, prisma dan limas.. Kelima, guru memberikan lembar kerja yang merupakan persoalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:   Pendekatan Model Open-Ended Mantapkan Pembelajaran Matematika

Penyajian alat peraga merupakan media beloajar bentuk konkret akan lebih memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran. Khususnya pada materi bangun ruang sisi datar yang semua belum belum tuntas secara klasikal menjadi tuntas dan hasil belajar siswa meningkat. Suasana belajar yang menyenangkan dan metode yang bervariasi membuat siswa senang mengikuti pembelajaran, tidak membosankan. Dengan alat peraga dapat membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif. (dj1/lis)

Guru Matematika SMP Negeri 32 Semarang

Author

Populer

Lainnya