Belajar Fisika Jarak Jauh dengan Media Animasi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan. Tak terkecuali di Indonesia. Adanya wabah virus Covid-19 ini menghambat kegiatan belajar mengajar yang biasanya berlangsung secara tatap muka. Kendati demikian, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi di Era Revolusi 4.0 ini, mampu mengatasi masalah mengenai pembelajara yang ada di Indonesia. Yaitu memberlakukan pembelajaran dengan cara daring. Para siswa memang tidak ke sekolah, namun bisa belajar dan bertemu dengan gurunya di rumah masing-masing melalui platform media video conference. Namun bagaimana dengan nasib mata pelajaran IPA khususnya Fisika yang harus melakukan praktikum? Jelas jalan keluarnya tidak bisa jika hanya mengandalkan video conference saja. Lantas bagaimanakah solusinya?

Mata pelajaran (mapel) Fisika adalah salah satu mata pelajaran yang harus dilakukan secara eksperimental (eksperimental learning), jadi tidak bisa hanya mengandalkan ceramah atau lisan saja. Sebagian besar materi fisika berupa konsep. Konsep adalah suatu gagasan abstrak yang digeneralisasi dari contoh-contoh khusus (Slavin, 2008:298). Konsep-konsep pada fluida statis dapat dipelajari dengan dua cara, yaitu melalui pengamatan dan melalui definisi. Untuk melakukan pengamatan dan memahami definisi suatu konsep, pengajar membutuhkan media.Media merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk membawa suatu informasi dari suatu sumber kepada penerima (Uno, 2010: 113). Media berfungsi untuk menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran dan menggugah emosi dan sikap siswa sehingga tertarik dengan materi yang akan diajarkan. Dengan media, pemahaman dan ingatan siswa mengenai informasi yang disampaikan dapat ditingkatkan. Jika materi yang diberikan dapat menarik minat siswa, maka dalam memahami konsep pun akan lebih mudah dilakukan.

Baca juga:   Langkah Mudah Belajar Fisika dengan Kartu Misteri

Namun teknologi dewasa ini menampilkan kecanggihannya. Terdapat beragam jenis media, baik yang tidak diproyeksikan maupun media yang diproyeksikan. Salah satu contoh media yang diproyeksikan yaitu media yang berbasis animasi. Media berbasis animasi merupakan media yang menggerakkan serangkaian gambar secara mekanik elektronis sehingga tampak di layar menjadi bergerak atau seolah-olah bergerak. Dengan menggunakan media animasi, proses pembelajaran dapat dilakukan dimana saja tanpa dibatasi waktu pembelajaran di sekolah. Selain itu, scaffolding juga dapat mengatasi kesulitan yang dihadapi siswa. Scaffolding berarti memberikan sejumlah besar bantuan kepada seorang anak pada tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya. Media animasi yang disertai scaffolding dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri, baik secara berkelompok maupun individual. Sebagai media yang akan digunakan dalam belajar mandiri, materi yang disajikan dalam media dibuat lebih lengkap dan lebih mendalam daripada media yang tidak digunakan untu belajar mandiri. Media animasi dapat dibuat dengan menggunakan berbagai macam software, salah satunya yaitu SwishMax. Produk dari software ini dapat diimpor pada berbagai bentuk file.

Baca juga:   Memahami Kesulitan Siswa Membaca Akibat Disleksia

Ada berbagai manfaat lain dari animasi selain dengan yang telah disebutkan di atas, yaitu animasi dapat menampilkan dua kejadian yang saling berhubungan secara bersamaan. Dan animasi juga dapat mengatasi kendala keterbatasan ruang dan waktu. Sesuatu yang terjadi di luar ruang kelas. Dengan adanya media animasi, penulis sebagai guru fisika di SMA Negeri 3 Pemalang tentunya merasa sangat terbantu selama Pembelajaran Jarak Jauh ini. (dar2/ida)

Guru Fisika SMA Negeri 3 Pemalang

Author

Populer

Lainnya