Outdoor Learning di Kelas IPA dengan Pembelajaran Berbasis Proyek

spot_img

RADARSEMARANG.ID, “Belajar bisa di mana saja dan kapan saja”. Pernyataan ini sangat pas diterapkan pada proses pembelajaran di era pandemi seperti saat ini. Pembelajaran melalui daring dengan berbagai media baik WhatsApps, Google Classroom dan Google Meet menjadi favorit para guru dalam mentransfer ilmunya ke siswa. Meskipun demikian, berbagai kendala masih banyak ditemukan antara lain akses internet yang sulit, kuota terbatas, serta kejenuhan yang dialami oleh guru maupun siswa.

Upaya guru untuk mengurangi kejenuhan dengan mengajak siswa keluar kelas dan lebih mengenal lingkungan sekitarnya. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, mengajak siswa keluar kelas bisa dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pembelajaran di luar kelas biasa dikenal dengan istilah outdoor learning.

Tujuan pembelajaran ini utamanya berorientasi pada alam maupun lingkungan sekitar yang bersifat menyenangkan dan dapat mewujudkan nilai spiritual siswa untuk lebih mengenal ciptaan Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sifat pembelajaran outdoor learning sesuai tuntutan pembelajaran di kelas IPA khususnya dalam hal menekankan pada kemampuan siswa untuk berpikir kritis, dan mampu menghubungkan pembelajaran ke dunia nyata.

Upaya menyiapkan siswa menjadi pembelajar abad 21 bisa diwujudkan dengan pembelajaran yang bersifat outdoor learning model pembelajaran berbasis proyek. Pembelajaran berbasis proyek menggunakan proyek sebagai media untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penekanan pembelajaran jenis ini adalah pada aktivitas-aktivitas siswa dalam menciptakan produk melalui penerapan keterampilan mengamati, meneliti, menganalisis, mencipta sampai mempresentasikan produk melalui pengalaman nyata mereka saat melakukan aktivitas di luar kelas.

Baca juga:   Pembelajaran IPA lebih Bermakna dengan Metode Tutor Sebaya

Proses belajar mengajar di sekolah secara umum mengajak siswa untuk melakukan kegiatan berbahasa (berkomunikasi, berkolaborasi), mengindera, kegiatan rohani, dan kegiatan jasmani. Melakukan kegiatan belajar di luar kelas dengan basis proyek juga berarti mengajak siswa untuk memanfaatkan semua panca indranya. Mereka akan merasakan sensasi pemandangan yang berbeda, menghirup udara yang lebih segar, dan dapat merasakan fenomena alam serta berimajinasi dan membangkitkan rasa ingin tahu. Contohnya, melakukan pengamatan dengan melihat, lalu mendengarkan dari para praktisi lingkungan sekitarnya, juga dapat merasakan sejuknya udara dengan kulit. Secara spiritual atau rohani siswa juga diajak untuk merasakan dengan hati tentang besarnya kuasa Allah SWT.

Pembelajaran outdoor learning sangat cocok diterapkan dengan menggunakan model proyek. Mengapa demikian? Dalam aktivitas belajar di luar kelas semua anggota tubuh siswa ikut bergerak secara dinamis. Misalkan, saat melakukan aktivitas dari proyek produksi. Kegiatan ini melibatkan penciptaan video, laporan tertulis, jadwal program, foto dan sebagainya yang tentu saja menuntut siswa untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Contoh lain, saat melakukan proyek kinerja seperti melakukan presentasi, pameran produk atau mungkin demonstrasi hasil penelitiannya, kelompok siswa harus lebih banyak aktif dalam berkolaborasi dan berkomunikasi sehingga terjadi keseimbangan antara pikiran maupun gerakan dalam proses pembelajaran yang berlangsung.

Baca juga:   Belajar Materi Makanan Mudah dengan Model SiBel

Pelaksanaan outdoor learning berbasis proyek, perlu mengedepankan proses inquiry yang dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun dan membimbing siswa dalam sebuah proyek kolaboratif. Proyek kolaboratif ini akan mengintegrasikan berbagai subjek dalam kurikulum, juga bisa menjadi materi lintas mapel di dalam kurikulum. Proses inquiry dalam pembelajaran berbasis proyek ini terwujudkan dalam kegiatan investigasi mendalam tentang topik yang ada di dunia nyata.

Beberapa kegiatan outdoor learning berbasis proyek sangat memungkinkan untuk dilakukan di dalam kelas IPA. Contohnya ketika mengajarkan materi perkembangbiakan dan pertumbuhan pada mahkluk hidup. Guru mengajak siswa belajar di luar kelas. Kegiatan outdoor learning ini akan memberikan pengalaman yang lebih konkret bagi siswa dalam belajar. Guru dapat memberikan tugas proyek setelah meminta siswa untuk mengamati, meneliti dan menganalisis hal-hal yang terdapat dalam pertanyaan penuntun yang disajikan oleh guru. Kolaborasi guru untuk mengupayakan kegiatan luar kelas bagi siswa sangat diperlukan agar kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan berkolaborasi dapat meningkat signifikan. (ips1/lis)

Guru IPA SMPN 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya