Literasi Sains Tingkatkan Minat Belajar IPA

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ABAD 21 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan sains dan teknologi dalam bidang kehidupan di masyarakat, terutama teknologi informasi dan komunikasi. Pendidikan dihadapkan pada tantangan berat, salah satu adalah pendidikan harus menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan. Peserta didik di sekolah harus memiliki keterampilan belajar dan berinovasi, menguasai media dan informasi, dan kemampuan kehidupan serta berkarier (Abidin, 2014: 9-11).

Mengacu begitu kompleksnya kompetensi yang harus dimiliki peserta didik di sekolah, maka pada pembelajaran abad 21 terjadi perubahan paradigma belajar khususnya di SMP Negeri 4 Bojong Kabupaten Pekalongan dan secara umum di sekolah lain yaitu dari paradigma teaching menjadi paradigma learning. Artinya bahwa sebelumnya pembelajaran hanya berpusat pada guru. Sedangkan sekarang berubah, pembelajaran berpusat pada kompetensi peserta didik. Dalam hal ini guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan lebih banyak mengarah sebagai fasilitator dan motivator dalam proses belajar.

Bekal peserta didik di sekolah menengah pertama dalam menghadapi berbagai tantangan di era global ini. Diperlukan cara pembelajaran yang dapat menyiapkan untuk memiliki kompetensi yang baik, menguasai sains dan teknologi, mampu berpikir logis, kritis, berkomunikasi serta berkolaborasi. Menguasai sains dapat diistilahkan sebagai kemampuan literasi sains yaitu kemampuan untuk memahami sains, mengomunikasikan sains (lisan maupun tulisan), serta menerapkan kemampuan sains untuk memecahkan masalah sehingga memiliki sikap dan kepekaan yang tinggi terhadap diri dan lingkungannya dalam mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan sains.

Baca juga:   Praktikum Berbantu LKPD Berbasis Discovery Learning Tingkatkan Belajar

Menurut Tang (2015:307) menjelaskan bahwa literasi merupakan kemampuan peserta didik dalam membaca, menulis, dan berkomunikasi melalui kegiatan yang memiliki dinamika dan perubahan secara cepat kemudian menanggapinya secara luas dalam aspek sosial dan ekonomi. Literasi merupakan tindakan memahami sains dan mengaplikasikannya bagi kebutuhan masyarakat. Pentingnya literasi sains sebagai sebuah hasil belajar peserta didik dalam meningkatkan minat belajar IPA yang harus berlangsung melalui pembelajaran yang berkelanjutan dan kontinyu.

Dalam meningkatkan minat belajar IPA peserta didik perlu memperhatikan indikator-indikator literasi sains. Menurut Miller (2004:74) literasi sains dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu pemahaman tentang kewarganegaraan, praksis, dan budaya yang kesemuanya saling melengkapi sehingga menghasilkan suatu pemahaman yang holistik. Konteks belajar IPA menuntut peserta didik harus dapat memahami terlebih dahulu konsep tentang suatu gejala alam kemudian memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat dimunculkan melalui peristiwa alam. Guru IPA kiranya dapat berpikir tentang aktivitas yang dapat memunculkan literasi sains untuk setiap pokok kompetensi yang akan dicapai dan dikarenakan muatan materi IPA keseluruhannya harus dapat mengitegrasikan literasi sains.

Baca juga:   Siswa Aktif dan Hasil Belajar Meningkat dengan Active Learning

Dengan memiliki kemampuan literasi sains, diharapkan peserta didik dapat meningkatkat minat belajar IPA dan mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Literasi sains diharapkan peserta didik mampu memenuhi berbagai tuntutan zaman yaitu menjadi problem solver dengan pribadi yang kompetitif, inovatif, kreatif, kolaboratif, serta berkarakter.
Berdasarkan penjelasan di atas untuk meningkatkan minat belajar IPA dengan kemampuan literasi sains bagi peserta didik di sekolah adalah dengan menerapkan pembelajaran IPA yang mengedepankan pada pengembangan sikap, gagasan, dan keterampilan proses sains serta menekankan pada kegiatan ilmiah yang akhirnya peserta didik semangat, antusias, minat dan kagum akan belajar IPA. (ips2/ida)

Guru IPA SMP Negeri 4 Bojong Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya