Peningkatan Hasil Belajar Membandingkan Kritik Sastra dan Esai

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pelajaran bahasa Indonesia erat kaitannya dengan beberapa keterampilan. Yaitu keterampilan mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Sesuai Kurikulum 2013 pelajaran bahasa Indonesia menekankan pada dua kemampuan yaitu kemampuan yang bersifat teoritik atau kognitif dan kemampuan yang bersifat keterampilan atau psikomotor.
Kemampuan yang bersifat teoritik atau kognitif menekankan pada kemampuan memahami, menalar, melogika, dan melibatkan pikiran tentang masalah yang dihadapi atau dibaca dalam teks. Kemudian kemampuan keterampilan atau psikomotor adalah kemampuan yang menekankan pada keterampilan yang menghasilkan suatu karya misalnya berbicara dan menulis. Pada materi pembelajaran dengan KD membandingkan kritik sastra dan esai untuk kelas XII, peserta didik dituntut untuk memiliki keterampilan kognitif tentang kritik sastra dan esai sehingga dapat membandingkan keduanya.

Secara terori pengertian kritik sastra menurut Jaddung (dalam jaddung, bloksport.com diunduh tanggal 25 Desember 2019) adalah bidang studi sastra untuk menghakimi karya sastra, untuk memberi penilaian dan keputusan mengenai bermutu atau tidaknya suatu karya sastra yang sedang dihadapi kritikus.

Sedangkan pengertian esai menurut Jaddung (dalam jaddung,bloksport.com diunduh tanggal 25 Desember 2019) adalah karangan yang berisi kupasan atau tinjauan tentang suatu pokok masalah yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, pendapat, atau ideologi yang disusun secara populer berdasarkan sudut pandang pribadi penulisnya (bersifat subjektif).

Baca juga:   Penggunaan Instagram sebagai Sarana Pembelajaran Menulis Puisi

Pengalaman penulis ketika pembelajaran dengan KD membandingkan kritik sastra dan esai pada peserta didik kelas XII IPS 1 SMA Negeri 1 Majenang hasil belajar yang diperoleh sangat rendah, yaitu hanya 2 peserta didik atau 5,88 persen dari 34 peserta didik yang mendapat nilai ≥ 70 atau mampu membandingkan kritik sastra dan esai. Sedangkan yang belum mampu ada 32 peserta didik atau 94,12 persen. Adapun mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas XII menerapkan KKM 70. Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di kelas tersebut, guru menggunakan pendekatan discovery learning. Menurut Sanjaya (2008:127 dalam jaririndu.blogsport.com yang diunduh 24 Januari 2020) bahwa pendekatan discovery learning adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif.

Selanjutnya Ainamulyana (https://ainamulyana.blogsport.com yang diunduh tanggal 11 Januari 2020) menambahkan ciri dan karakteristik model pembelajaran discovery learning atau penemuan adalah mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan. Berpusat pada peserta didik, kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Baca juga:   Pembelajaran Cerpen di Abad 21 Menggunakan Model CIRC

Berdasarkan hasil ulangan harian, hasil belajar mata pelajaran bahasa Indonesia pada kompetensi dasar membandingkan kritik sastra dan esai setelah menggunakan pendekatan discovery learning mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Hal ini sesuai dengan data setiap evaluasi . Pada siklus 1 meningkat 29,41 persen, yaitu dari 2 peserta didik pada kondisi prasiklus menjadi 12 peserta didik. Untuk nilai rata-rata kelas juga naik 10,11 persen yaitu dari 56,18 menjadi 66,29. Selanjutnya pada siklus 2 hasil belajar peserta didik meningkat dari 12 peserta didik pada siklus 1 menjadi 31 peserta atau naik 55,88 persen di siklus 2. Untuk rata-rata kelas naik 14,36 persen , yaitu dari 66,29 menjadi 80,65.

Kemudian berdasarkan hasil pengamatan, peserta didik juga menunjukkan perubahan perilaku dalam belajar terutama pada semangat belajar peserta didik dari pasif menjadi aktif bahkan lebih aktif. Aaktivitas belajar dalam berinteraksi dan berkomunikasi lebih meningkat dari kondisi sebelumnya, dan manfaat belajar yang diperoleh juga semakin baik sehingga hasil belajar yang dicapai menjadi maksimal. (ips2.1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri Indonesia

Author

Populer

Lainnya