Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Terhadap Harga Diri

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Remaja yang mempunyai harga diri tinggi akan menunjukkan perilaku yang lebih aktif, ekspresif, lebih percaya diri dan tampak puas serta menghargai diri sendiri. Umumnya mereka lebih berhasil baik dalam akademis maupun dalam kehidupan sosialnya. Sebaiknya remaja yang memiliki harga diri rendah akan bersikap pasif, kurang yakin akan kemampuan dirinya, pesimis, rendah diri (inferior), pemalu dan kurang berani berinteraksi sosial.

Selain itu juga remaja yang kurang mendapat dukungan dari keluarga dan lingkungan dapat memunculkan perasaan tidak aman, tidak berharga, tidak bahagia, tidak merasa memiliki dan dimiliki oleh keluarga dan lingkungan teman sebaya. Pada akhirnya akan membuat remaja semakin frustasi dan tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan saat ini dan dimasa yang akan datang.

Masa remaja seringkali dikatakan masa yang penuh gejolak. Banyak ahli mengemukakan masa remaja merupakan periode yang menyulitkan dan menekan. Berbagai permasalahan dan konflik terjadi pada masa remaja akibat dorongan kemandirian, keyakinan diri dan dorongan seksual.

Keinginan remaja untuk segera melepaskan diri dari orang tua, kebutuhan pencarian identitas diri dan kebutuhan akan kedekatan dengan lawan jenis yang mulai muncul dalam diri remaja awal seringkali menimbulkan konflik dalam diri remaja itu sendiri dan orang tua.

Baca juga:   Tingkatan Kemampuan Kognitif Anak melalui Media Gelas Plastik

Apabila tidak memiliki referensi nilai, fokus yang positif, dan harga diri maka akan timbul kesulitan dan menemukan sumber batiniah yang diperlukan untuk menangani tantangan-tantangan yang beragam dalam kehidupan.

Layanan konseling kelompok merupakan upaya bantuan untuk dapat memecahkan masalah siswa dengan memanfaatkan dinamika kelompok (Prayitno dan Erman Amti, 2004:307). Apabila dinamika kelompok dapat terwujud dengan baik, maka anggota kelompok akan saling menolong, menerima dan berempati tulus. Konseling kelompok merupakan wahana untuk menambah penerimaan diri dan orang lain, menemukan alternatif cara menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan yang tepat dari konflik yang dialaminya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru yang dilakukan penelitian pada beberapa siswa SMP Negeri 1 Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, banyak siswa yang merasa minder kurang percaya diri atau malu terhadap temannya. Pasif dan tidak mampu membina hubungan baik dengan lingkungan sehingga perlu diberi perhatian oleh guru bimbingan dan konseling perilaku tersebut menurut asumsi penulis berkaitan dengan harga diri yang rendah.

Permasalahan yang sering muncul bahwa siswa pada usia sekolah masih perlu diberikan motivasi dan bimbingan ataupun pemberian konseling untuk mengatasi masalah-masalahnya yang berhubungan dengan tugas sehari-harinya karena untuk tiap-tiap siswa yakin akan kemampuannya jika menghadapi orang di lingkungan barunya.

Baca juga:   Pelayanan dan Bimbingan Konseling di Masa Physical Distancing

Oleh karena itu, pemahaman untuk dapat mandiri sangat diperlukan dalam upaya mendapatkan titik tengah penyelesaian konflik yang dialami remaja. Harga diri (self esteem) merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Michener & Delameter (1999:93) mendifinisikan “harga diri merupakan penilaian seseorang terhadap dirinya sendiri”. Penilaian yang dimaksud adalah perbandingan antara dirinya sendiri dengan suatu kelompok acuan. Baik dalam kelompok dimana individu menjadi anggota maupun suatu kelompok dimana individu ingin menjadi anggota. Harga diri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap tingkah laku. Dengan kata lain harga diri (self esteem) adalah gabungan dari rasa percaya diri (self confidence) dan penghargaan diri (self respect). Seseorang akan menyukai dan menghargai dirinya sendiri jika ia mampu menerima diri pribadinya. Penilaian terhadap diri sendiri akan mempengaruhi proses berpikir, perasaan, keinginan, nilai ataupun tujuan hidupnya.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa harga diri merupakan bagian dari kepribadian yang akan berkembang. Perkembangan harga diri remaja berawal pada masa kanak-kanak, selanjutnya dipengaruhi oleh interaksi remaja dengan lingkungan sosialnya. (ips2.1/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMP Negeri 1 Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya