Pembelajaran Klasifikasi Mahluk Hidup dengan Tutor Sebaya

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Proses belajar merupakaan kegiataan yang berproses dengan unsur yang fundamental dalam penyelenggaraan jenjang pendidikan. Hal ini berarti keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan yang sangat tergantung pada keberhasilan proses belajar peserta didik di sekolah dan lingkungan sekitarnya.

Keberhasilan seorang pendidik tergantung pada metode yang digunakan oleh pendidik saat proses pembelajaran. Metode yang digunakan juga tergantung dengan karakteristik siswanya dan karakteristik siswa dan karakter materi Klasifikasi Mahluk Hidup. Materi ini yang dianggap siswa yang cerdas akan mampu menjelaskan kepada teman-temannya dengan kondisi lingkungan yang ada di sekitarnya. Siswa yang sulit dalam pemahaman akan lebih mudah paham dengan penjelasan bahasa sehari-hari sambil bermain di lingkungan sekolah,mengamati makhluk-makhluk hidup di sekitar kita.

Penugasan atau tugas dari Guru akan berhasil dengan baik karena menggunakan metode pembelajaran Tutor Sebaya sebagai metode yang digunakan di Kelas 7 SMPN 5 Sragi Kabupaten Pekalongan. Tutor Sebaya adalah seorang siswa atau beberapa siswa yang ditunjuk dan ditugasi membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Tutor sebaya tersebut diambil dari siswa itu sendiri yang mempunyai prestasi, terampil dan kreatif dalam semua materi pembelajaran.

Baca juga:   Metode Demonstrasi Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas 4 Sekolah Dasar

Dalam pembelajaran tutor sebaya guru memilih beberapa siswa yang berprestasi untuk mengajari di dalam lingkungan sekolah dan di lingkungan masyarakat dalam permainan. Dan fungsi guru sebagai pembimbing dan mengarahkan dalam pengajaran yang diberikan oleh tutor tersebut. Langkah – langkah dalam pembelajaran menggunakan metode ini, Guru menyeleksi siswa yang kategori berprestasi, rajin dan trampil dalam berkounikasi dengan teman temanya.

Guru sepatutnya menyiapkan materi dan penjelasan kepada siswa (Tutor Sebaya) untuk menguasai materi sebelum,materi itu ditularkan kepada teman–temannya. Guru juga menjelaskan kepada siswa yang lain untuk bias bekerja sama dan tidak mengejek, karena proses tersebut bagian dari metode bukan mainan yang bisa juga siswa justru tidak serius dalam belajar.

Apabila dalam proses pembelajaran dengan metode ini, ada kelompok siswa atau individu siswa yang berprestasi atas dasar kegiataan tersebut maka sepatutnya guru tersebut bisa memberikan penghargaan atau hadiah sehingga meningkatkan minat belajar siswa tersebut. Ini langkah salah satu mengentaskan dari keterlambatan dalam berpikir yang lebih maju dan kreatif.

Baca juga:   Pemahaman Konsep Teorema Pythagoras dengan Model Discovery Learning

Dengan model ini juga sekaligus mendidik siswa untuk belajar berbicara, argumen, berdebat dengan permasalahan yang terkait dengan materi sehingga dapat menyimpulkan. Tanpa enggan dan malu ataupun takut. Begitu juga siswa yang ditunjuk sebagai tutor otomatis semakin cerdas dan berkembang pengetahuannya. Dengan demikian semua siswa dapat menjelaskan kembali semua materi Klasifikasi Mahluk Hidup atau siswa menjadi lebih paham dalam setiap bahan ajar yang disampaikan. (ips2.1/ton)

Guru IPA SMPN 5 Sragi Kabupaten Pekalongan.

Author

Populer

Lainnya