Belajar Descriptive Text yang Menyenangkan dengan C2

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASALAH utama yang sering dihadapi sebagian besar siswa SMP ketika belajar bahasa Inggris adalah belum bisa berkomunikasi, baik membaca, menulis, mendengarkan dan terutama berbicara dengan baik. Meski sudah belajar lama. Salah satu faktor penyebab masalah ini adalah sebagian guru belum memaksimalkan penggunaan media belajar yang secara baik dan tepat sehingga pembelajaran terasa sulit, tidak menarik, dan bahkan membosankan.

Masalah yang sama juga penulis temui ketika mengajajar materi Spoken Descriptive Text di kelas VIII SMPN 2 Sragi Kabupaten Pekalongan. Ketika penulis mengajar materi tersebut secara konvensional tanpa menggunakan media ajar, persentase ketuntasan belajar siswa setelah melaksanakan evaluasi mencapai angka yang sangat minim. Sebagian besar siswa tampak tidak antusias dan pasif dalam pembelajaran.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis memilih mengaplikasikan penggunaan media yang menarik siswa dan sesuai dengan karakter materi dalam pembelajarannya, yaitu mengajar spoken deskriptive text dengan menggunakan media ajar cue card (C2).

Untuk mengajar aspek berbicara dengan hasil memuaskan, guru perlu memperhatikan kualitas kemampuannya sebagai pengajar serta motivasi dan minat siswanya. Penggunaan media ajar yang tepat akan membantu siswa dalam mempelajari dan memahami materi tertentu dengan disertai minat belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Hal ini sejalan dengan pendapat Hamalik (1998:18), media digunakan untuk memotivasi siswa dalam belajar. Gerlac dan Ely (1980:241) juga menambahkan bahwa media adalah materi/alat yang membantu siswa menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Baca juga:   Membuat Video Pembelajaran yang Menarik

Dalam artikel ini penulis menggunakan C2 sebagai media ajar untuk mengajar materi spoken descriptive text. C2 adalah gambar dan atau tulisan yang digunakan untuk membantu siswa untuk merespon materi dalam kelompok/secara berpasangan (Hammer, 2001:134). Penulis menggunakan media C2 karena menarik dan sederhana untuk digunakan dalam pembelajaran. Selain murah, proses pembuatannya juga mudah. Sebagai guru, perlu mengreasikan pembuatan jenis media ini sehingga apa yang ingin disampaikan dalam pembelajaran dapat ditangkap dengan jelas dan mudah sehingga ketika siswa diminta mendeskripsikan seseorang/sesuatu secara rinci, C2 dapat membantu siswa mendiskripsikannya dengan mudah. Dalam hal ini, penulis menyeleksi gambar yang selaras dengan minat belajar anak didiknya dan tema/materi yang akan disampaikan dalam pembelajaran, yaitu kartu yang berisikan gambar hewan (disertai pohon diagram) dan tokoh idola remaja (disertai sejumlah pertanyaan).

Guru memulai pembelajaran dengan mengajarkan cara mendiskripsikan hewan/orang secara umum. Guru membuat pohon diagram tentang segala sesuatu terkait hewan yang akan dideskripsikan. Dengan bantuan guru, siswa mengisi deskripsi hewan di papan tulis. Guru membagikan C2 yang berisikan gambar hewan ke siswanya. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendiskripsikan binatang dengan menggunakan C2 yang diperolehnya dan mengingatnya. Siswa menampilkan teks dialog deskripsi singkat di depan kelas bersama pasangannya. Dalam siklus pembelajaran kedua, isi C2 diganti gambar tokoh idola yang disertai sejumlah pertanyaan terkait gambar bukan diagram pohon.

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris melalui Audio Lingual Method

Berdasarkan pengamatan dan analisa penulis setelah melaksanakan pelaksanaaan pembelajaran spoken descriptive text dengan C2, maka penulis menyimpulkan bahwa C2 sebagai media ajar dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas 8 SMPN 2 Sragi. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup penguasaan jumlah kosa kata, ucapan, kelancaran berbicara, keberanian dan keaktifan siswa dalam KBM. (ips2.1/ida)

Guru SMPN 2 Sragi Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya