Strategi Penjaringan Pilihan Minat Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MENJADI mahasiswa pada sebuah perguruan tinggi impian adalah sebuah aspirasi dan menjadi kebanggan tersendiri. Bagaikan berada pada puncak kulminasinya akademik. Sebagai bagian dari titik awal menetapkan karir masa depan. Apalagi dengan melalui perjuangan dan kerja keras luar biasa sebelumnya. Mempersiapkan diri untuk bisa diterima sebagai calon mahasiswa pada perguruan tinggi idaman tentu bukanlah perkara sederhana. Capaian rintisan akademik selama masa tiga tahun belajar formil jenjang sekolah menengah atas atau kejuruan lainnya. Baik melalui jalur SNMPTN, UTBK maupun melalui UM. Bisa dikatakan sangat membutuhkan strategi tertentu agar bisa mengalahkan para kompetitor di lapangan. Sesama calon mahasiswa memiliki visi misi memperebutkan bangku yang bakal menjadi incaran oleh ratusan atau bahkan ribuan kompetitor lainnya.

Penjaringan calon mahasiswa untuk bisa diterima pada perguruan tinggi favorit bagi siswa kelas XII memerlukan strategi tersendiri. Sudah menjadi PR tahunan sekolah yang harus dipersiapkan serapi mungkin. Merupakan sebuah legalitas prestise tersendiri. Bagai indikator sebuah prestasi sekolah. Sebagaimana halnya akumulatif jumlah penerimaan mahasiswa melalui jalur prestasi akademik seperti SNMPTN. Semakin banyak siswa diterima pada persebaran PTN maka semakin besarlah prestise animo sekolah di masyarakat. Hal ini tentu saja membutuhkan strategi dan kerja keras yang tidak instan. Agar lebih banyak siswa yang lolos masuk PTN serta selalu meningkat jumlah penerimaan setiap tahunnya.

Baca juga:   Mengembangkan Kreativitas dan Kecerdasan Anak Sejak Dini

Nilai akademik raport menjadi rujukan seleksi SNMPTN. Ditambah prestasi lainnya jika ada agar lebih menunjang. Sekolah merangkum kepentingan pilihan prodi siswa untuk masuk perguruan tinggi negeri. Kemudian membuat prosentase serta persebaran pada tiap prodinya. Jangan sampai pada beberapa prodi favorit pilihan siswa terjadi pengelembungan jumlah pemilih di titik minat tertentu. Namun terjadi kevakuman peminat pada jurusan lainnya. Maka dibuatlah pemetaan peminatan keseluruhan prodi pilihan. Sehingga guru bisa memberi saran pindah pilihan minat siswa pada opsi ke dua. Hal ini sebagai evaluasi bila terjadi ledakan peminat pada satu prodi tertentu. Berikut strategi agar semakin luas persebaran prodi pilihan yang berpengaruh terhadap jumlah penerimaan siswa dari jalur SNMPTN.

Selanjutnya sekolah membuat cluster prodi pilihan siswa berikut para siswa peminat dalam suatu forum pengarahan pada tiap-tiap PTN. Nampaklah statistik PTN dan prodi pilihan setiap clusternya. Tujuannya agar masing-masing siswa bisa langsung bersinergi dengan siswa lainnya di dalam cluster tersebut. Sekaligus diberikan info perihal nilai dan urutan perankingan di sekolah. Dari sinilah masing-masing siswa mampu memprediksi seberapa besar jumlah daya saing internal siswa lain yang memiliki minat pada prodi yang sama. Untuk selanjutnya apakah mereka akan lanjut dalam kompetitisi internal atau mempertimbangkan opsi pada pilihan ke dua. Inilah satu dari sekian layanan bimbingan karir.

Baca juga:   Guru BK Berperan Atasi Kejenuhan Siswa selama Pembelajaran Jarak Jauh

Bimbingan karir sebagaimana di deskripsikan oleh Natawidjaja; 1991 dalam hal ini merupakan suatu proses membentuk seseorang untuk mengerti dan menerima gambaran diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja itu untuk akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan,memasuki dan membina karir dalam bidang tersebut. Pentingnya wacana serta kompetisi dalam pemilihan jurusan menjadikan siswa memiliki strategi dalam memilih program studi dan Perguruan Tinggi. Sehingga tidak lagi kebingungan karena tantangan persiapan karirnya sudah dimulai sejak ia menentukan jurusan.

SMAN 1 Semarang melakukan pendampingan secara personal maupun kelompok terhadap siswa dalam kriteria terundang SNMPTN. Sedemikian sehingga komposisi persebaran berikut statistika Perguruan Tinggi dan prodi pilihan siswa terakomodir dan valid. Pada akhirnya capaian prosentase penerimaan SNMPTN sekolahpun optimis mantab hasilnya. (gml1/zal)

Guru BK SMAN 1 Semarang

Author

Populer

Lainnya