Mudah Mengenal Bangun Datar melalui Permainan Bongkar Pasang

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ilmu matematika berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena di dalam matematika terhadap ilmu hitung yang setiap hari pasti digunakan oleh manusia. Selain ilmu hitung terdapat juga berbagai ilmu lain yang berhubungan dengan masyarakat. Antara lain tentang bentuk, ukuran, berat suatu benda. Karena sangat pentingnya ilmu matematika dalam kehidupan sehari-hari, maka mata pelajaran matematika diajarkan di semua jenjang sekolah/pendidikan termasuk jenjang paling bawah/SD.
Selama ini banyak peserta didik yang beranggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Sehingga mata pelajaran matematika menjadi momok bagi peserta didik. Hal ini menyebabkan peserta didik menjadi malas untuk belajar matematika. Akibat dari semua itu rata-rata hasil belajar matematika pokok bahasan bangun datar siswa kelas 1 di SD Amongrogo 01 Kecamatan Limpung Kabupaten Batang rendah.

Proses pembelajaran akan menarik dan menyenangkan apabila guru dapat mengemasnya dalam suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi peserta didik. Untuk membuat siswa senang belajar matematika, maka guru harus menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (Depdiknas, 2006 : 2). Maka disini sebagai penyaji akan mencoba menerapkan belajar matematika pokok bahasan bangun datar pada kelas I Sekolah Dasar Negeri Amongrogo 01, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang dengan model pembelajaran/alat peraga bongkar pasang. Model pembelajaran ini dapat dilakukan secara individu/perorangan, dapat juga dilakukan secara kelompok.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPA dengan Pembelajaran Inkuiri

Langkah-langkah model pembelajaran ini adalah pertama guru menyiapkan alat peraga bongkar pasang yang berisi bermacam-macam jenis bangun datar, kemudian membagikan kepada peserta didik secara individu/kelompok. Selanjutnya guru memberi aba-aba untuk melepaskan bangun datar dari wadahnya dilanjutkan untuk memasangkan kembali secara tepat dan cepat. Pada saat memasangkan bangun datar peserta didik sambil menyebutkan nama bangun tersebut. Bagi siswa/kelompok yang paling cepat dan tepat memasangkan, dia akan bersorak/bertepuk tangan menandakan bahwa pekerjaan sudah selesai. Kegiatan seperti ini dilakukan berulang-ulang. Karena bangun datar yang diterima tidak sama jenisnya maka siswa/kelompok dapat menukar permainan bongkar pasang dengan peserta didik/kelompok yang lain. Bagi peserta didik/kelompok yang menyelesaikan tugas lebih cepat dan tepat akan mendapatkan nilai tersendiri.

Kelebihan model pembelajaran ini antara lain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, membuat siswa lebih aktif, siswa lebih mudah mengenal bangun datar, melatih siswa untuk berani mencoba, memupuk rasa gotong royong dan percaya diri, saling menghargai satu sama lain.

Dengan menerapkan model pembelajaran ini, penulis merasakan hasilnya. Peserta didik menjadi lebih senang belajar matematika. Dengan demikian hasil belajar siswa kelas I di SDN Amongrogo 01 pada materi bangun datar lebih meningkat walaupun pencapaiannya belum 100 persen. Semoga model pembelajaran ini bermanfaat dan dapat diterapkan pada sekolah lain terutama di kelas I dengan materi yang sama. (kdm2/lis)

Baca juga:   Mudah Belajar Luas Bangun Datar dengan Metode Jarimatika

Guru Kelas I SDN Amongrogo 01 Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang

Author

Populer

Lainnya