Menulis Puisi dengan Senang Hati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA adalah bentuk komunikasi dimana pikiran dan perasaan seseorang disimbolisasikan agar dapat menyampaikan arti kepada orang lain. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakaiannya. Menulis dapat dianggap sebagai proses ataupun hasil.Menulis merupakan kagiatan yang dilakukan seseorang untuk menghasilkan sebuah tulisan. Sebagai guru harus memahami siswa jika menghadapi kesulitan ketika menulis. Dilihat dari prosesnya, pembelajaran menulis menuntut kreativitas guru untuk membuat pembelajarannya di kelas menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa dipaksa untuk dapat membuat sebuah karangan puisi sesui yang diinginkan. Oleh karena itu kita sebagai guru harus mempunyai kiat agar dapat merangsang siswa untuk menulis.

Menulis merupakan sebuah proses, proses yang melibatkan tahap pra penulisan, penulisan, penyuntingan, perbaikan dan penyempurnaan. Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis dan karena tidak tahu bagaimana harus menulis. Sesuatu tulisan atau karangan mengandung dua hal, yaitu isi dan cara pengungkapan atau penyajian. Karangan harus mengandung sesuatu atau isi yang akan disampaikan. Isi itu berupa ide, gagasan, perasaan, atau informasi yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain. Anak memerlukan dorongan dan rangsangan yang dapat membantunya untuk belajar menulis. Dalam kesempatan ini guru memotivasi siswa untuk belajar menulis puisi di kelas rendah.

Baca juga:   Dampak Pembelajaran Daring di Masa Covid-19

Dorongan dan motivasi dapat muncul dari dalam diri anak sendiri atau dari luar, dalam hal ini dari para pendidik. Untuk memotivasi anak SDN Mejing 2, Candimulyo, ada beberapa hal dapat dilakukan oleh guru kelas rendah, yaitu dengan menunjukkan gambar, menyebutkan nama gambar, mengungkapkan kata sifat atau kata kerja yang positif (indah, cantik, elok, dsb) menceritakan gambar dalam beberapa kata, menyusun dalam kalimat. Tuliskan semua kata baik berupa kata atau kalimat yang berkaitan dengan tema yang telah di tentukan.Dengan menggunakan media gambar untuk kelas rendah dimaksudkan sebagai melatih imajinasi siswa dalam mengungkapkan isi gambar. Siswa kelas rendah akan tertarik dengan melihat gambar dibandingkan dengan penjelasan uraian kalimat.

Dengan mengamati gambar siswa ditantang untuk mengungkapkan isinya baik secara lisan maupun tulisan. Sesuatu yang menantang dapat membuat siswa menjadi lebih kompeten dan termotivasi. Untuk siswa kelas rendah tentu menggunakan gambar yang mudah dipahami oleh siswa.Sebagai guru kita membantu mengarahkan siswa untuk menggunakan kata-kata yang positif. Dari kata-kata yang telah ditemukan siswa tersebut kemudian disusun menjadi kalimat. Guru membantu siswa menyusun kata-kata tersebut menjadi rangkaian kalimat dan memandu siswa menyusun dalam bait.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan Quizizz

Dunia anak memang belum setabil. Mereka mudah dibentuk dan mudah mendapat pengaruh. Oleh karena itu gurulah yang harus berusaha memotivasi anak agar gemar membaca dan menulis. Guru dapat mempengaruhi motivasi anak dalam berbagai cara,tetapi sebelumnya kita memutuskan akan menggunakan cara yang mana maka perlu membuat keputusan. Perencanaan guru sangat dipengaruhi oleh bagaimana karakter siswa di kelas dan bagaimana cara memotivasi merupakan hal yang penting dalam membuat keputusan.Dalam hal ini kita sebagai guru perlu lebih kreatif dalam menciptakan situasi belajar mangajar,agar siswa terpacu dan termotivasi untuk berhasil. (gm2/zal)

Guru kelas 1 SDN Mejing 2, Candimulyo

Author

Populer

Lainnya