Asyiknya KBM dengan WhatsApp

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dampak dari virus korona yang sudah dinyatakan sebagai pandemi di seluruh dunia, membuat perubahan secara besar-besaran dari bidang kehidupan, sosial, ekonomi, dan tidak terlewat juga dunia pendidikan. Semua program yang sudah direncanakan dengan rapi gagal dilaksanakan.

Kegiatan belajar-mengajar yang seharusnya berakhir pada bulan Juni terpaksa sejak bulan Maret dilanjutkan dengan belajar di rumah. Tepatnya setelah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo tentang kasus virus korona pertama di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020, dalam waktu relatif singkat penyebarannya sangat cepat.

Sehingga jumlah warga terpapar korona semakin bertambah banyak. Keadaan ini memaksa pemerintah untuk berusaha memutus rantai penularan virus korona, melalui social distancing atau physical distancing.

Langkah ini memaksa kita untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah. Kementerian Pendidikan mengeluarkan surat tentang pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan dengan pembelajaran online (jarak jauh). Merujuk pada surat edaran Mendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada satuan pendidikan.

Menurut Simonsom (2010) pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan formal (resmi) berbasis institusi/lembaga dimana kelompok belajar yang secara terpisah menggunakan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan antara pendidik, peserta didik, dan sumber belajar.

Baca juga:   Buah dari Lima Hari Sekolah

Pembelajaran jarak jauh di SD Negeri Pendrikan Lor 01 Semarang tidak terlalu mengalami kesulitan karena 98 persen siswa memiliki alat komunikasi yang mendukung pembelajaran online. Guru harus memilih media yang cocok dan mudah digunakan oleh siswa. Salah satu yang digunakan adalah ponsel android yang mana pada sistem android sudah terpasang berbagai aplikasi. Aplikasi yang sering digunakan adalah WhatsApp. Maka guru mencoba menggunakan aplikasi ini untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Aplikasi WhatsApp mempunyai kekurangan dan kelebihan. Adapun kelemahan dari pembelajaran menggunakan aplikasi ini adalah siswa ataupun orang tua menyediakan paket internet lebih daripada biasanya, namun dengan komunikasi yang baik orang tua siswa dapat menerima. Sedangkan kelebihan dari aplikasi ini antara lain hampir semua siswa baik usia sekolah dasar sampai perguruan tinggi bias mengoperasikan WhatsApp. Karena aplikasi ini mudah dan sederhana dalam penggunaannya. Aplikasi WhatsApp memungkinkan guru dan siswa mengirimkan dokumen tugas dan menyimpannya di dalam memori handphone, selain itu juga bisa mengirimkan pesan suara, gambar. Bahkan bisa digunakan video call secara langsung dengan peserta didik. Salah satu contoh yang dilakukan siswa diminta untuk mengirimkan foto hasil karya berupa gambar atau poster tentang pencegahan Covid-19, dengan antusias siswa mengirimkan karyanya lewat WhatsApp.

Baca juga:   Senangnya Belajar Akar Pangkat Tiga dengan Pakapati

Selain mengirinkan gambar, guru bisa melakukan video call dengan peserta didik. Di sini guru bisa mengecek keadaan para siswa. Adakalanya guru bisa berinteraksi dengan wali murid tentang kegiatan siswa di rumah. Hal ini membuat kegiatan belajar mengajar tetap menyenangkan walaupun dalam keadaan pandemi Covid-19. (gm1/lis)

Guru SDN Pendrikan Lor 01 Semarang

Author

Populer

Lainnya