Membuat Ragam Hias pada Permainan Tradisional Enggrang Batok Kelapa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Zaman yang berubah membuat banyak permainan tradisional anak di Indonesia jadi terlupakan. Permainan tradisional kini sudah jarang ditemui di sekitar kita, karena tidak adanya sosialisasi dari orang tua ke anak ataupun dari guru ke siswa. Permainan tradisional diperkirakan akan lebih terancam dengan adanya permainan modern yang lebih dikenal dengan istilah game.

Padahal manfaat dari permainan tradisional untuk anak-anak sangat baik, seperti mengembangkan konsep diri, kreativitas, komunikasi, aspek fisik dan motorik, aspek sosial, aspek emosi atau kepribadian, dan aspek kognitif. Dalam permainan tradisional, anak-anak juga diajarkan menjadi pribadi yang terbuka dan mampu bekerja sama dengan teman sejawatnya, dan pengajaran positif lainnya.

Permainan tradisional merupakan khasanah budaya yang perlu kita jaga dan lestarikan. Di sini saya tergugah untuk mengenalkan permainan tradisional enggrang dari batok kelapa. Dengan materi penerapan ragam hias pada bahan alam untuk siswa kelas VII semester II pada SMP Negeri 1 Kajen.

Batok/tempurung kelapa bisa dimanfaatkan untuk membuat berbagai macam kerajinan seni dan juga permainan tradisional. Siswa dikenalkan dengan batok kelapa yang ada tersedia di alam, proses pembuatan enggrang dan cara membuat ragam hias pada batok kelapa sehingga tampilan enggrang lebih indah dan memiliki nilai seni. Batok kelapa kita belah menjadi dua sama besar lalu bersihkan terlebih dahulu dengan cara dihilangkan seratnya menggunakan pisau setelah itu bisa dibersihkan menggunakan amplas sehingga lebih halus selanjutnya membuat sketsa ragam hias flora, dan fauna pada batok kelapa setelah itu beri warna menggunakan cat minyak. Setelah ragam hiasnya jadi langkah selanjutkan melubangi pada kedua sisi batok kelapa bagian atas dan memasangkan tali untuk dilingkarkan pada leher, jadilah enggrang batok kelapa buatan sendiri yang siap digunakan untuk bermain.

Baca juga:   Aplikasi Penala Gitar sebagai Solusi Pembelajaran Jarak Jauh Seni Budaya

Berikut beberapa cara mempertahankan permainan tradisional. Pertama, mengenalkan kembali kepada anak tentang permainan tradisional. Ajaklah anak dan lingkungan terdekat bermain permainan tradisional. Atau adakan lomba-lomba permainan tradisional baik di lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal. Kedua, membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik. Sebagai generasi yang masih peduli, kita bisa mengubah permainan tersebut menjadi lebih menarik. Misal, mengajak anak-anak bermain permainan tradisional dan menyediakan hadiah bagi yang banyak memenangkan permainan. Ketiga, mengadakan pelatihan permainan tradisional. Pelatihan dengan mengajarkan permainan tradisional itu bisa dilakukan di lingkungan rumah atau lingkungan sekolah. Tanamkan dalam benak anak-anak bahwa bermain secara tradisional itu mengasyikkan. Keempat, membangun komunitas di lingkungan terdekat. Membentuk komunitas yang sama-sama menyukai kesenian tradisional dan khususnya permainan tradisional akan meningkatkan frekuensi dan kualitas permainan tradisional. Kelima, jangan memperkenalkan teknologi yang canggih kepada anak-anak terlalu dini. Anak-anak akan ketagihan dengan teknologi yang canggih dan instan. Ajak anak berkreasi, dengan membuat permainan sendiri. Contoh, membuat pesawat atau perahu dari bahan kertas. (dj1/ton)

Baca juga:   Pendidikan Inklusif Cermin Pendidikan yang Manusiawi

Guru Seni Budaya SMP N 1 Kajen, Kab. Pekalongan

Author

Populer

Lainnya