Kelas Basis sebagai Model Pengelolaan Kelas yang Dinamis

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kelas memiliki peran yang penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran peserta didik di sekolah. Hal ini bisa dipahami karena kelas merupakan pusat pembelajaran. Namun, selama ini keberadaan kelas kurang berfungsi secara maksimal. Kelas hanya dimaknai sebagai tempat peserta didik berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan aspek positif lain dari kelas. Padahal, jika dicermati secara mendalam, situasi kelas sangat mendukung kelancaran proses belajar mengajar.

Salah satu faktor yang kurang mendukung maksimalnya proses belajar mengajar adalah fungsi kelas yang statis. Keberadaan kelas hanya diorientasikan pada kebutuhan kelompok peserta didik saja, sedangkan guru kurang begitu memiliki otoritas untuk menentukan situasi kelas yang sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik atau materi yang akan disampaikan. Oleh karena itu, perlu adanya kelas basis (kelas mata pelajaran), sehingga fungsi kelas dapat dimanfaatkan secara maksimal, baik oleh peserta didik, maupun oleh guru.

Kelas basis merupakan sistem belajar mengajar yang bercirikan peserta didik yang mendatangi guru di kelas. Konsep kelas basis mengacu pada pembelajaran kelas yang berpusat pada anak untuk memberikan lingkungan yang dinamis sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Dengan kelas basis, pada saat subjek mata pelajaran berganti maka peserta didik akan meninggalkan kelas menuju kelas lain sesuai mata pelajaran yang dijadwalkan, jadi peserta didik yang mendatangi guru, bukan sebaliknya.

Baca juga:   Seni Mengelola Kelas di Sekolah Dasar

Dengan kelas basis guru lebih leluasa melakukan pengaturan kelas sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik. Ruang kelas juga memiliki identitas sesuai dengan materi pelajaran, misalnya ruang kelas matematika, ruang kelas IPA, dan lain sebagainya. Keunggulan sistem ini adalah para peserta didik lebih punya waktu untuk bergerak, sehingga selalu segar untuk menerima pelajaran. Di samping itu, peserta didik juga tidak mudah jenuh karena suasana kelas yang selalu dinamis.

Dalam sistem kelas basis, ruang kelas difungsikan secara maksimal bagi keberhasilan pembelajaran. Pengaturan kelas yang dinamis dengan display kelas yang berorientasi pada materi pelajaran sampai pada alat bantu pembelajaran berbasis multimedia merupakan ciri khas sistem kelas basis. Pengelolaan kelas pun harus bersifat dinamis. Artinya guru harus mampu mengaplikasikan model-model pembelajaran yang mutakhir di ruang kelas yang telah menjadi tanggung jawab pengelolaannya.

Berangkat dari konsep sistem kelas basis sebagai sistem pengelolaan kelas yang dinamis, SMP Negeri 29 Semarang telah membuat perencanaan untuk melaksanakan sistem kelas basis tersebut. Kelas basis memungkinkan proses pembelajaran di kelas berjalan lebih variatif, kreatif, hidup, dan tidak membosankan. Dalam sistem kelas basis guru lebih mudah memberikan variasi pembelajaran karena ruang kelas merupakan otoritas guru. Guru memiliki wewenang untuk mengatur ruang kelas sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Guru juga dapat menuangkan ide-ide kreatifnya di dalam kelas, baik berkaitan dengan kondisi ruang kelas maupun saat proses pembelajaran. Sistem kelas basis memberikan peluang yang lebih besar bagi guru untuk memfungsikan ruang kelas untuk membantu proses pembelajaran. (ips2/ton)

Baca juga:   Dinamika Pembelajaran PPKn SMPN 2 Singorojo di Masa Pandemi

Kepala SMP Negeri 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya