Dampak Kematangan Emosi Siswa Terhadap Self Regulation

spot_img

RADARSEMARANG.ID, MASA remaja merupakan periode peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Pada periode ini, remaja akan mengalami perubahan yang dapat menimbulkan permasalahan, baik aspek fisik dan aspek psikologis pada diri remaja. Agar remaja tidak mengalami permasalahan terkait dengan perubahan tersebut, maka diperlukan kemampuan penyesuaian diri yang baik. Permasalahan penyesuaian diri di sekolah dapat timbul ketika anak mulai memasuki jenjang sekolah yang baru, seperti sekolah menengah pertama. Siswa sekolah menengah pertama merupakan individu yang berada pada tahap perkembangan remaja awal.

Banyak hal yang dapat menjadi faktor terbentuknya kemampuan penyesuaian diri individu. Faktor tersebut dapat berupa faktor internal dan eksternal. Penyesuaian diri juga dipengaruhi oleh cara individu dalam mengatur dirinya pada lingkungan sosialnya. Pengaturan diri ini pada umumnya sering disebut dengan self regulation. Menurut Atkinson dalam Rozali (2014:62) menyatakan bahwa self regulation merupakan cara memantau perilaku diri sendiri, dengan mengendalikan kondisi stimulus untuk memodifikasi perilaku yang tidak sesuai. Pengaturan diri atau self regulation merupakan hal yang sama pentingnya dengan proses penyesuaian diri menurut Ali & Asrori ( 2005:183).

Baca juga:   Belajar dari Rumah Menjadikan Siswa Lebih CAKAP

Dengan adanya self regulation dalam diri, siswa akan dapat mengatur diri dalam segala tuntutan yang diberikan oleh sekolah. Sehingga siswa tidak akan mengalami permasalahan terhadap tugas dan akan mencapai prestasi yang baik. Pengaturan Diri (Self Regulation) sangat penting bagi proses penyesuaian diri dan pemeliharaan stabilitas mental, kemampuan untuk mengatur diri, dan mengarahkan diri. Kemampuan mengatur diri akan mencegah individu dari keadaan penyimpangan kepribadian, sehingga dapat mengarahkan kepada kepribadian normal mencapai pengendalian dan realisasi diri.

Ratnawati dalam Sinarta (2015:4) mendefinisikan kematangan emosi sebagai suatu keadaan atau kondisi untuk mencapai tingkat kedewasaan dari perkembangan emosional seperti anak-anak. Sejalan dengan pendapat sebelumnya, Sedangkan Muawanah, dkk (2012:7) menyatakan kematangan emosi adalah kemampuan remaja dalam mengekspresikan emosi secara tepat dan wajar dengan pengendalian diri, memiliki kemandirian, memiliki konsekuensi diri, dan memiliki penerimaan diri yang tinggi.

Pada layanan guru Bimbingan Konseling (BK), masih ada beberapa siswa yang kemampuan penyesuaian dirinya rendah. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa yang sering terlambat mengumpulkan tugas, siswa mendapat sanksi oleh guru karena tidak mengerjakan tugas, karena takut serta melanggar peraturan sekolah. Hal ini disebabkan karena siswa masih terbawa kebiasaan ketika masih berada di sekolah dasar.

Baca juga:   Meningkatkan Resiliensi melalui Konseling Kelompok Rasional Emotif

Dalam hal ini penulis memberikan pemahaman tentang cara menyesuaian diri yang baik dan melakukan pencegahan agar permasalahan penyesuaian diri pada siswa tidak terlalu banyak terjadi. Juga harus jeli dalam memahami penyesuaian diri mengingat hal tersebut memang sangat penting bagi perkembangan siswa.

Dengan adanya kematangan emosi siswa, terbukti bahwa siswa-siswa di SMP Negeri 29 Semarang memiliki self regulation dengan kemampuan penyesuaian diri. Mereka mampu memantau perilaku diri sendiri, memiliki tujuan yang jelas, serta dapat mengatur diri dalam segala tuntutan yang diberikan oleh sekolah. Selain itu juga mampu memelihara stabilitas mental, dan kemampuan untuk mengatur diri. (ips2/ida)

Guru BK SMP Negeri 29 Semarang

Author

Populer

Lainnya