Menulis Teks Cerita Inspiratif Melalui Tayangan Film

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu keterampilan berbahasa yang dianggap sulit oleh para siswa adalah menulis. Hal tersebut dikarena kurangnya minat untuk berlatih menulis dan dalam proses pembelajaran biasanya guru hanya memberikan materi dengan metode ceramah sehingga siswa merasa bosan dan kurang tertarik pada materi yang disampaikan.

Salah satu materi yang ada di kelas IX adalah menulis teks cerita inspiratif. Kebanyakan siswa menganggap bahwa menulis teks cerita inspiratif sangat sulit. Mereka merasa tidak mampu menggali ide untuk memulai menulis.

Media pembelajaran sekarang ini sangat bermacam-macam jenisnya. Terlebih lagi ketika teknologi dan multimedia semakin berkembang, media pembelajaran yang muncul semakin banyak dan semakin membantu dalam proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran materi teks cerita inspiratif guru tidak hanya sekadar menyampaikan materinya saja tetapi di sini guru juga harus menjelaskan tujuan dari pembelajaran teks tersebut. Dalam proses pembelajaran kali ini kami memilih metode pembelajaran berbasis multimedia yaitu dengan tayangan film. Dalam buku Media Pembelajaran (Arsyad, 2013;50) disebutkan bahwa terdapat 7 keuntungan utama menggunakan media pembelajran media film dan video, antara lain: (1) Film dan video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari siswa ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain. (2) Film dan video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu. (3) Selain mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya. (4) Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa. (5) Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung. (6) Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok heterogen, maupun perorangan. (7) Dengan kemampuan teknik pengambilan gambar frame demi frame, film yang dalam kecepatan normal memakan satu minggu dapat ditampilkan secara singkat dalam beberapa menit saja.

Baca juga:   Perubahan Revolusioner Pembelajaran PPKN dengan Virtual Class

Setelah menyampaikan teori teks cerita inspiratif pada proses pembelajaran kami mencoba menayangkan sebuah film yang berjudul Habibie dan Ainun 1. Semua siswa menyaksikan tayangan film Habibie dan Ainun 1 dari awal sampai akhir. Selama penayangan film tersebut semua siswa harus membawa catatan kecil untuk menuliskan hal-hal penting yang dapat dijadikan kata kunci atau gagasan dalam menulis teks cerita inspiratif.

Selesai menyaksikan tayangan film tersebut siswa membuat kerangka cerita yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah paragraf. Setelah kerangka tersebut dikembangkan menjadi sebuah paragraf siswa disuruh untuk mengedit atau menyunting kembali tulisannya sehingga menjadi sebuah paragraf yang sempurna. Hasil tulisan siswa dipresentasikan di depan kelas sehingga guru dapat mengevaluasi hasil tulisan siswa dan memberikan kesimpulan diakhir proses pembelajaran. Di sini kami mencoba di kelas lain yaitu kelas IX J SMP N 1 Petarukan dengan menggunakan dua media pembelajaran yaitu dengan media buku biografi tokoh dan media tayangan film, sedangan di kelas IX I dengan menyaksikan tayangan film. Ternyata siswa lebih antusias dengan menyaksikan tayangan film dibandingkan dengan membaca buku biografi tokoh. (on2/ton)

Baca juga:   Tingkatkan Pembelajaran Senam Irama dengan Metode PBL

Guru Bahasa Indonesia SMP N 1 Petarukan

Author

Populer

Lainnya