Belajar Menulis Kata dengan Gambar Lebih Asyik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dasar pembelajaran bahasa Indonesia adalah pembelajaran keterampilan berbahasa yaitu keterampilan-keterampilan yang ditekankan pada keterampilan reseptif dan keterampilan produktif. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar kelas II diawali dengan pembelajaran reseptif. Dengan demikian keterampilan produktif dapat ikut ditingkatkan. Empat aspek keterampilan berbahasa yang mencakup dalam pengajaran bahasa yaitu: menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Kesulitan siswa dalam menulis juga terjadi di kelas II SDN 11 Randudongkal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru di kelas II SDN 11 Randudongkal, guru memberi informasi bahwa di kelas II terdapat beberapa siswa yang kemampuan menulisnya tergolong rendah. Guru itu berpendapat, kemungkinan hal ini terjadi karena guru belum dapat menerapkan metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa.

Kurangnya kemampuan menulis siswa disebabkan karena kurangnya minat siswa dalam hal menulis, adanya gangguan memori sehingga siswa tidak mampu mengingat apa yang akan ditulis, dan cara siswa memegang alat pensil. Selain itu guru dalam mengajarkan cara menulis tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik bagi siswa sehingga cenderung membosankan dan terkesan monoton.

Baca juga:   Hikmah Pandemi, Guru Kuasai Informasi dan Teknologi

Media gambar adalah media yang dapat digunakan guru untuk menarik minat siswa dalam menulis khususnya menulis permulaan karena siswa dapat berimajinasi dari gambar yang diberikan oleh guru. Selain itu dengan media gambar proses pembelajaran menjadi lebih mudah, karena siswa dapat melihat gambar tidak hanya dalam bentuk khayalan.

Untuk mengajarkan menulis permulaan ada beberapa jenis media yang dapat digunakan antara lain: (1) Papan tulis, digunakan guru untuk memberikan contoh, dan oleh siswa digunakan untuk menuliskan apa yang ditugaskan oleh guru. Misalnya menulis kata, kalimat, nama sendiri, dan sebagainya. (2) Papan selip digunakan oleh guru untuk menyelipkan gambar atau kartu kata, kartu kalimat yang harus disalin oleh siswa atau gambar yang harus dituliskan judulnya oleh siswa. (3) Papan tali, digunakan untuk menggantungkan kartu kalimat, kartu-kartu kata, dan huruf yang harus disalin oleh siswa, atau gambar yang perlu dituliskan judulnya. (4) Majalah anak-anak dapat digunakan untuk tugas menyalin kalimat sederhana yang ada didalamnya atau menyalin judul. (5) Papan nama, kartu nama, label, dan sebagainya digunakan untuk tugas menyalin.

Baca juga:   Pembelajaran Daring IPS Kelas IX pada Masa Pandemi Covid-19

Media dapat diberi batasan atau pengertian yang berbeda-beda, tergantung pengertian dari sudut mana orang memandang atau orang memberi definisi. Diantara media pendidikan, gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Media gambar membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengajaran di sekolah. Bukan saja pembelajaran menjadi lebih konkrit tetapi anak-anak akan lebih mudah memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini dikarenakan siswa lebih menyukai gambar daripada tulisan, apalagi jika gambar tersebut dibuat dan disajikan sesuai dengan persyaratan yang baik, sudah tentu akan menambah semangat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil dan pembahasan dengan menggunakan rumus-rumus yang telah ditetapkan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis kata siswa kelas II SDN 11 Randudongkal melalui media gambar dapat ditingkatkan. (on1/ton)

Guru SDN 11 Randudongkal, Kec Randudongkal, Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya