Role Playing Tingkatkan Semangat Belajar Munakahat

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan kepada peserta didik dari semua jenjang pendidikan. Namun dalam kenyataanya kurang mendapat perhatian yang proporsional, padahal mata pelajaran pendidikan agama Islam termasuk dalam kelompok pengembangan kepribadian.

Salah satu kompetensi dasar pada mata pelajaran Pendidikan agam islam kelas XII semester 6 adalah menganalisis ketentuan pernikahan dalam Islam (munakahat). Kata nikah berasal dari Bahasa arab yang berarti saling berdekatan dan berkumpul satu tempat,sedangkan menurut istilah nikah ialah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk hidup Bersama dalam suatu rumah tangga melalui akad yang dilakukan menurut hukum syariat uslam.

Langkah awal dalam tujuan pembelajaran adalah memahami syariat munakahat. Namun kenyataan di lapangan banyak peserta didik kelas XII SMK N1 Sragi yang kurang memahami dalam kompetensi materi munakahat tersebut. Kurangnya minat dalam memahami materi mungkin karena guru hanya menggunakan metode ceramah sehingga menimbulkan kejenuhan terhadap peserta didik.

Guru harus mencari metode yang lebih menarik perhatian dan tidak membosankan. Guru bisamemilih menggunakan metode role playing karena metode ini merupakan salah satu langkah terciptanya pelajaran yang menarik perhatian peserta didik. Penggunaan metode role playing ini pada dasarnya mendramatisasikan tingkah laku dalam hubungnya dengan masalah social. Dengan demikian peserta didik diharapkan mampu menghayati dan menghargai perasaan orang lain, dapat belajar bagaimana membagi tanggung jawab,dapat belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok dan merangsang kelas untuk berpikir dan memecahkan masalah.

Baca juga:   Penggunaan Instagram sebagai Sarana Pembelajaran Menulis Puisi

Langkah-langkah pembelajaran dengan metode role playing, guru terlebih dahulu mMenyusun atau menyiapkan skenario yang akan di tampilkan oleh peserta didik, dan menunjuk beberapa peserta didik untuk mempelajari skenario dalam waktu beberapa hari sebelum kegiatan belajar mengajar. Guru membentuk kelompok peserta didik yang anggotanya 6 orang, memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. Guru memanggil para peserta didik yang sudah ditunjuk untuk menampilkan skenario yang sudah dipersiapkan,masing-masing peserta didik di kelompoknya sambil mengamati skenario yang sedang diperagakan dengan antusias saling aktif dan komunikatif. Setelah selesai ditampilkan masing-masing peserta didik diberikan lembar kerja untuk membahas penampilan masing-masing kelompok dan memberikan kesimpulan. Lalu guru memberikan kesimpulan secara umum, evaluasi dan penutup.

Pembelajaran dengan metode role playing sangatlah berpengaruh terhadap peserta didik dalam memahami dan mengingat isi materi yang akan ditampilkan. Peserta didik dituntut harus memahami dan menghayati isi materi keseluruhan terutama materi yang akan diperankan, sehingga peserta didik mampu mengemukakan pendapat sesuia dengan waktu yang yang telah ditentukan. Jadi dalam pembelajaran melalui metode role playing tentunya dapat meningkatkan semangat peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Siswa mampu meningkatkan pemahaman terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi munakahat, sub materi ketentuan pernikahan dalam Islam. (gm1/ton)

Baca juga:   Pembelajaran Jadi Lebih Efektif dan Efisien dengan GCR

Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMK N1 Sragi

Author

Populer

Lainnya