Pelayanan dan Bimbingan Konseling di Masa Physical Distancing

spot_img

RADARSEMARANG.ID, UPAYA Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk penekanan laju penyebaran virus Covid-19, dengan dengan Physical Distancing. Saya setuju dengan physical distancing yang diterapkan oleh pemerintah kabupaten pekalongan. Sosial distancing ini bertujuan untuk mencegah orang melakukan kontak dalam jarak dekat dengan orang lain untuk mengurangi peluang penularan virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Menanggapi hal tersebut kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan memeritahkan kepada instansi sekolah dari jenjang SD sampai SMP melakukan kegiatan pembelajaran secara online dari rumah. Ini artinya tidak ada interkasi secara langsung antara guru dengan siswa. Bagi saya hal ini tidak ada masalah dengan kemajuan media sosial kita masih bisa menyapa, berkomunikasi, dan berdiskusi dengan peserta didik.

Pembelajaran online memiliki banyak hambatan yang dialami oleh siswa. Maka dari itu peran bimbingan dan konseling (BK) dalam membantu mengatasi permasalahan-permasalahan siswa selama belajar secara daring. Kegiatan pembelajaran daring yang dilakukan siswa dengan guru harus memiliki sikap tanggung jawab terdahap diri sendiri, memejeman waktu belajar, dan menumbuhkan semangat belajar. Tanggungjawab siswa sebagai peserta didik yaitu menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran. Hal ini perlu mengatur waktu belajar bagi peserta didik agar mendapatkan hasil maksimal. Menumbuhkan semangat belajar peserta didik memerlukan sarana dan prasarana diantara Hanphone. Karena Handphone dapat memaksimalkan kegiatan pembelajaran secara daring.

Baca juga:   Hidup Beretika di Masa Pandemi Covid-19

Permasalahan-permasalahan yang terjadi pada siswa tingkat SMP dalam masa Physical Distancing, antara lain kesidplinan siswa yang tidak tepat waktu dalam mengumpulkan tugas, terkadang hanya beberapa dari siswa dalam satu kelas yang mampu secara ekonomi bisa mengirimkan hasil pekerjaan tugas melalui whatsapp sebagai media komunikasi. Terlalu lama di rumah siswa merasa jenuh dan bosen setiap hari belajar tanpa berinteraksi dengan teman yang terbiasa diajak berdiskusi. Permintaan guru mata pelajaran yang harus secepatnya mengumpulkan tugas, tidak didukung sarana yang bisa membantu. Ada pula diantar mereka harus membantu orang tua untuk mencari nafkah serta masalah yang dialami siswa dengan orang tua, kakak atau adik. Tugas dan tanggungjawab guru (BK) untuk memecahkan masalah yang dialami oleh peserta didik dengan memberikan layanan dan bimbingan konseling di masa physical distancing ini.

Pelayanan BK diberikan kepada siswa SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan di masa physical distancing yaitu menumbuhkan aspek kesadaran tanggungjawab terhadap siswa mengerjakan tugas rumah dan kewajiban sebagai peserta didik yaitu mengerjakan tugas mata pelajaran dengan ikhlas dan tanggungjawab. Kedisiplinan dalam mengatur waktu belajar perlu disiasati oleh siswa agar memperoleh hasil yang maksimal dalam pencapaian nilai. Dengan kondisi dan keadaan yang mengharuskan siswa untuk tetap di rumah menyulitkan siswa untuk memecahkan masalah kurang diskusi dan buku pelajaran. Peserat didik perlu menejeman waktu sehingga waktu belajar lebih efektif dan efisien.

Baca juga:   Belajar Menulis Tegak Bersambung Dibantu Guide

Peran Guru BK dalam melaksanakan layanan dan bimbingan dilakukan secara online dimanfaatkan dengan baik dan maksimal. Dengan memanfaatkan media sosial seperti whatsapp dan video call sebagai wujud pelayanan BK meskipun dirasa kurang nyaman dan kepuasan oleh orang tua siswa tidak maksimal tetapi kenyataan ini harus diterima dengan ikhlas. Ada hikmah dalam setiap kejadian diantaranya siswa mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan mejaga kesehatan dengan rajin mencuci tangan menggunakan masker dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa sesaui dengan ajaran yang dianut dan bertanggungjawab terhadap tugas yang sudah diberikan guru. (dj1/zal)

Guru BK SMPN 1 Karanganyar, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya