Kartu Soal Meningkatkan Hasil Belajar Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Banyak peserta didik menganggap matematika merupakan momok dari semua pelajaran. Mereka menganggap matematika adalah pelajaran yang kurang menarik dan sulit. Keadaan tersebut bila terjadi karena mungkin metode atau cara yang kita gunakan kurang tepat atau kurang menarik dalam menyampaikan materi, mungkin juga belum menggunakan media secara maksimal dan kurang bervariasi.

Jika penggunaan media tidak maksimal atau tidak sesuai, bisa mengakibatkan anak kurang tertarik mengikuti pelajaran matematika sehingga hasil pembelajaran juga kurang baik. Hal ini terbukti dari hasil ulangan harian materi aritmatika sosial khususnya materi jual beli, siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Andong semester 2 tahun pelajaran 2019 / 2020 hasil belajar rata – ratanya masih rendah yaitu 69,8. Sedangkan KKM yang telah ditetapkan di sekolah adalah 75.

Bagaimanakah cara untuk meningkatkan hasil belajar tersebut? Salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat dan digunakan secara maksimal.

Media adalah alat atau sejenis yang dapat digunakan sebagai pesan dalam suatu kegiatan pembelajaran (Sundayana, 2013). Media belajar yang digunakan di sini adalah Kartu Soal. Menurut Berliana dalam Tarjo (2012), media kartu soal adalah sarana agar siswa dapat belajar secara aktif terlibat dalam kegiatan belajar, berpikir aktif dan kritis di dalam belajar dan secara inovatif dapat menemukan cara atau pembuktian teori matematika.

Baca juga:   Cara Ampuh Pencegahan Covid-19 dengan Pendidikan Karakter Matematika Metode TMTT

Adapun langkah-langkah pembelajarannya adalah sebagai berikut: pertama, membuat media dari kertas manila atau sejenisnya dengan ukuran 10 cm x 12 cm. Guru menyediakan soal-soal dan membagikan kartu kartu tersebut. Kedua, terlebih dahulu kita jelaskan inti dari materi yang kita diskusikan. Tiap – tiap kelompok menuliskan soal pada kartu tersebut, setelah selesai kemudian dikumpulkan. Ketiga, kartu tersebut akan diacak atau dikocok dan dibagikan kembali kepada semua kelompok. Kartu yang sudah diberikan dijawab secara berkelompok. Di akhir kegiatan belajar mengajar setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan yang telah didiskusikan di depan kelas sehingga hasil dari setiap kelompok dapat dipahami oleh kelompok lain.

Setiap hal pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Adapun kelebihan dari kartu tersebut adalah mengubah kebiasaan belajar berpusat pada guru menjadi berpusat pada aktivitas siswa, mengefektifkan proses, membuat siswa terampil mengerjakan soal-soal sendiri dan belajar mengatasi masalah, menumbuhkan suasana kreatif dan pembelajaran menjadi lebih bagus. Adapun yang menjadi kelemahan dari kartu soal adalah suasana belajar yang dibentuk dalam permainan terkadang membuat siswa ada yang bermain-main dalam belajar, siswa terkadang saling mengandalkan dalam mengerjakan soal dalam kartu soal, kartu soal sering dijadikan bahan permainan oleh siswa, banyak waktu yang dibutuhkan.

Baca juga:   Pembuatan Diary Perawatan Tanaman Hidroponik Kurangi Kejenuhan Belajar IPA dari Rumah

Jika kita bandingkan antara kelebihan dan kelemahannya dengan penggunaan kartu soal lebih banyak kelebihannya. Agar siswa merasa terlibat langsung dalam pembelajaran dan membuat siswa merasa senang terhadap matematika maka kita gunakan permainan dalam pembelajaran. Dengan menggunakan kartu soal tersebut hasil belajar materi Aritmatika Sosial siswa kelas VIIC SMP Negeri 1 Andong semester 2 tahun pelajaran 2019 / 2020 meningkat menjadi 7,65. (gm1/ton)

Guru SMPN 1 Andong, Kabupaten Boyolali

Author

Populer

Lainnya