Identifikasi Sumber Energi Lewat Permainan Layang-Layang

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran yang sudah dilaksanakan oleh guru kelas IV SDN Rejosari 03 pada KD mengidentifikasi sumber energi dan perubahannya, masih menunjukkan nilai yang kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran yang diterapkan masih belum mengena pada pemahaman siswa. Oleh karena itu, perlu diadakan evaluasi dan perbaikan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan.

Guru akhirnya memilih metode bermain sambil belajar untuk membantu siswa memahami dan meningkatkan hasil belajarnya. Sesuai fitrahnya anak-anak usia SD khususnya masih sangat menyukai permainan. Dengan media layang-layang, siswa diajak untuk mempelajari salah satu sumber energi secara langsung beserta perubahannya. Karena di lingkungan sekolah banyak angin maka menjadi satu nilai plus untuk mempraktikkan permainan layangan. Metode ini dianggap tepat karena selain menciptakan kegembiraan dalam belajar sehingga lebih memahami materi terkait, siswa juga akan bekerja sama dengan teman satu kelasnya dan terlibat langsung dalam menemukan jawaban-jawaban dari persoalan yang berkaitan dengan materi yang dipelajari.

Dalam penerapan model pembelajaran ini, guru mula-mula membagi siswa ke dalam beberapa kelompok. Pada tiap kelompok ditunjuk satu juru tulis dan pengendali/pemain layang-layang. Guru menyediakan 1 set layangan untuk masing-masing kelompok. Tiap kelompok juga akan diberi lembar yang berisi pertanyaan yang jawabannya akan mereka temukan setelah mereka menyelesaikan permainan layang-layang. Guru menjelaskan aturan mainnya, dalam hal ini siswa tidak mengalami banyak kesulitan karena mereka gemar dan sudah terbiasa memainkan layangan. Siswa terlihat sangat gembira dan menikmatinya. Setelah 1 jam pelajaran, siswa menyelesaikan permainan, saatnya beristirahat sambil mendiskusikan hasil pengamatan mereka dalam permainan layangan.

Baca juga:   Moda Daring Perpindahan Kalor

Di antara daftar pertanyaan yang diberikan guru adalah, 1) mengapa layang-layang bisa terbang di udara? 2) Energi apa saja yang dibutuhkan untuk menerbangkan sebuah layangan? 3) Perubahan energi apa yang terjadi dalam proses menerbangkan layangan? 4) Jika tidak ada angin apakah layang-layang masih bisa terbang?
Sesuai dengan harapan guru, hampir semua jawaban dari semua kelompok mendekati sempurna. Semua jawaban masing-masing kelompok hampir sama, bahwa layangan bisa terbang karena ada yang menggerakkannya yaitu energi otot yang mengendalikan benang, dan angin yang membuat layangan melambai di udara. Mereka menjawab bahwa untuk menerbangkan layangan membutuhkan energi otot dan energi angin. Dari energi otot dan angin tersebut akan berubah menjadi energi gerak yang membuat layangan terbang di udara. Jika angin sedang tidak ada, maka layangan akan turun dan tidak akan terbang di udara. Bukankah semua jawaban siswa tersebut semuanya benar? Hal ini menunjukkan bahwa mereka memahami tentang energi dan perubahannya pada permainan layang-layang yang sudah mereka lakukan. Tidak sampai di situ, guru kembali memberikan test evaluasi secara individu agar lebih meyakinkan bahwa siswa benar-benar memahami materi tentang energi. Hasilnya bagus. Terjadi peningkatan nilai dibandingkan sebelum mereka belajar lewat eksperimen permainan layangan. Ternyata, dengan membangun kegembiraan dan suasana belajar sambil bermain bisa membantu siswa lebih memahami pelajaran. Siswa senang guru pun puas dengan pencapaian siswa. (gm1/ida)

Baca juga:   Belajar Lompat Jauh Gaya Jongkok dengan Permainan Pindah Bola

Guru SD Negeri Rejosari 03 Kecamatan Tersono

Author

Populer

Lainnya