Antara Geometri, Korona dan Nilai Matematika

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEKUATAN pelajaran matematika yang paling mendasar sebenarnya berasal dari kemauan diri sendiri. Nilai aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang didapat peserta didik menjadi acuan utama untuk mengukur kemampuan siswa menghadapi masalah matematika di setiap Kompetensi Dasar (KD).
Hal itu terlihat dari laporan hasil belajar pada setiap tengah semester ataupun akhir semester di SMP Negeri 34 Semarang. Nilai matematika peserta didik rata-ratanya berstandar KKM (kriteria ketuntasan minimal) atau lebih rendah. Keadaan ini terjadi di kelas VIII D. Hal ini menjadi cambuk bagi guru matematika untuk mengubah metode yang digunakan pada kelas tersebut.

Peran guru merupakan faktor X dalam mencapai keberhasilan peserta didik selama belajar di sekolah. Belajar pengalaman pada semester sebelumnya, mengharuskan guru untuk menerapkan model pembelajaran yang cocok untuk kelas tersebut. Namun permasalahan pada setiap peserta didik sangat kompleks. Permasalahan di rumah bisa merambat ke masalah belajar di sekolah. Perubahan ekonomi keluarga juga berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik di sekolah. Apalagi jika terjadi kesenjangan penanaman pendidikan karakter antara di rumah dan di sekolah. Hal ini menjadi salah satu pendukung belum tercapainya nilai aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Padahal aspek pengetahuan dan aspek keterampilan harus dicapai secara maksimal, valid dan akuntabel. Keputusan pemerintah akibat serangan wabah covid-19 seakan melengkapi kerumitan masa pembelajaran matematika di semester genap sekarang ini.

Baca juga:   Protagonis dan Antagonis, Siapa Baik, Siapa Jahat?

Namun menilik sedikit kronologi nilai matematika yang menjadi permasalahan kelas VIIID terdapat pada KD Geometri, yang terpetakan di beberapa pokok bahasan. Geometri menjadi salah satu cabang matematika yang meliputi benda-benda, permukaan-permukaan, garis-garis, titik-titik, sudut-sudut dan hubungannya. Kemudian, sifat-sifat dan ukuran-ukuran yang berlaku di dalamnya. Secara hirarki titik, garis, bidang dan ruang merupakan benda abstrak yang menjadi unsur dasar geometri. Dalam kajian ilmu geometri didapat juga letak-letak benda dalam ruang termasuk sifat-sifat ukuran yang berkarakteristik sama di dalamnya. Demikian sepenggal artikulasi geometri, rumit dan butuh penalaran khusus pada peserta didik di tingkat SMP.

Mensiasati KD Geometri supaya dapat diterima peserta didik dengan senang dan bermutu di masa pembelajaran jarak jauh, guru memanfaatkan whatsapp sebagai jembatan untuk komunikasi awal pada peserta didik. Selanjutnya guru menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan aplikasi zoom pada setiap penyampaian materi geometri dan menggunakan google form pada evaluasi peserta didik. Terobosan yang digunakan guru di masa pandemi covid-19, dalam mengatasi pembelajaran matematika, ternyata merupakan langkah tepat yang harus diapresiasi oleh seluruh praktisi pendidikan di SMP Negeri 34 Semarang dan lingkungan sekitar. Setidak untuk mempertahankan nilai matematika yang telah diperoleh peserta didik sebelumnya. Sejak merebaknya kasus virus covid-19 di Indonesia, sistem pembelajaran di Indonesiapun berubah. Mulai 13 Maret 2020, Pemerintah Kota Semarang memberlakukan peserta didik belajar di rumah. Oleh sebab itu, mau tidak mau guru harus mengikuti pola pembelajaran jarak jauh dalam melaksanakan kewajibannya sebagai pendidik. (gm1/ida)

Baca juga:   Emosi Sumber Inspirasi Puisi di WA Story

Guru Matematika SMP Negeri 34 Semarang

Author

Populer

Lainnya